Beranda / Ragam Berita / Dinsos Kota Jayapura upayakan siswa Sekolah Rakyat terdata penerima PKH

Dinsos Kota Jayapura upayakan siswa Sekolah Rakyat terdata penerima PKH

Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Matius Pawara, S.Sos., M.Si. (TIFAPOS/La Ramah)

 

DINAS Sosial Kota Jayapura berupaya agar siswa di Sekolah Rakyat terdata penerima Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai prioritas.

“Jadi, siswa di sekolah rakyat ada yang terima PKH, ada juga yang terima. Yang tidak terima ini sedang kami upayakan,” ujar Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Matius Pawara, S.Sos., M.Si di Kantor Wali Kota Jayapura, Senin, 2 September 2025.

Program Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Selain itu, miskin ekstrem yang masuk dalam kelompok Desil 1 dan Desil 2 berdasarkaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Serta, masyarakat dengan kemampuan ekonomi rendah juga prioritas, bukan pada prestasi akademik, anak putus sekolah, dan anak jalanan.

Dinas Sosial bersama pendamping PKH melakukan kegiatan seperti home visit dan seleksi calon siswa untuk memastikan program ini tepat sasaran dan berjalan sesuai harapan.

Siswa Sekolah Rakyat didanai penuh oleh pemerintah, termasuk seragam, buku, laptop, dan biaya asrama.

Orang tua siswa pun diberdayakan dengan bantuan sosial seperti PKH dan BPJS gratis supaya kondisi keluarga tetap terjaga saat anak mereka sekolah di asrama.

“Dinas Sosial mendukung siswa dari keluarga PKH agar dapat menerima pendidikan melalui program Sekolah Rakyat serta memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan,” ujar Matius.

Program PKH pada siswa di Sekolah Rakyat memberikan akses bagi keluarga miskin untuk mendapatkan bantuan dana tunai yang memadai guna memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan anak.

Selain itu, anak-anak usia sekolah dapat terbantu dalam menyelesaikan pendidikan dan meningkatkan prestasi serta motivasi belajar anak.

PKH juga meningkatkan partisipasi anak dalam bersekolah dan mengurangi angka putus sekolah karena masalah ekonomi, sekaligus memberikan dukungan gizi bagi anak agar kesehatannya terjaga sehingga semangat dan daya pikir belajar meningkat.

Program ini diharapkan memutus rantai kemiskinan dengan menciptakan generasi yang cerdas, sehat, dan berkualitas.

“Siswa dari latar belakang keluarga miskin yang menerima PKH merasa terbantu, sehingga dapat melanjutkan pendidikan dan memiliki harapan baru untuk masa depan yang lebih baik,” ujar Matius.

Tahun Ajaran 2025/2026 sebanyak 50 peserta didik di Sekolah Rakyat menempuh pendidikan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Jayapura.

Juga sedang berjalan perekrutan Sekolah Rakyat bagi siswa SMP dan SD yang nantinya mereka akan belajar menggunakan Gedung
BLK (Balai Latihan Kerja) Provinsi Papua di Pasir Dua Jayapura.

 

(ldr)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *