Asisten II Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jayapura, Abdul Majid, S.Pd., M.M.Pd meresmikan kegiatan bimbingan sosial dengan menabuh Tifa. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Lansia terlantar, penyandang disabilitas, anak jalanan, dan pengemis (kelompok rentan).
• Solusi parsial masalah sosial diganti dengan pendekatan terintegrasi.
• Pendampingan oleh pekerja sosial yang mengintegrasikan layanan dalam satu wadah.
DINAS Sosial Kota Jayapura menggelar bimbingan sosial khusus bagi penerima pelayanan kesejahteraan sosial, reunifikasi keluarga, serta penerbitan administrasi kependudukan untuk kelompok rentan.
Kegiatan ini berlangsung di Hotel Horison Kotaraja, Kamis, 16 April 2026, menargetkan lansia (lanjut usia) terlantar, penyandang disabilitas, anak jalanan, dan pengemis.
Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Mathius Pawara, S.Sos., M.Si, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk membina kelompok rentan tersebut.
“Kami menghadirkan keluarga masing-masing peserta agar mereka dapat menjaga dan melindungi anggota keluarga yang rentan,” ujar Mathius.
Selain bimbingan, peserta juga menerima dokumen penting seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).
Dokumen ini memudahkan akses bantuan sosial dari pemerintah.
Khusus untuk reunifikasi, program ini mempertemukan individu yang terpisah jauh dari keluarga, sehingga mereka bisa bersatu kembali dalam lingkungan yang aman.
Sebanyak puluhan peserta hadir bersama keluarga, menerima pendampingan dari pekerja sosial, yang mengintegrasikan berbagai layanan dalam satu wadah.
Mereka dibekali pengetahuan tentang hak kesejahteraan, pencegahan kemiskinan, dan pentingnya dokumen identitas sah untuk program bantuan seperti program keluarga harapan (PKH).
Mewakili Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., Asisten II Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jayapura, Abdul Majid, S.Pd., M.M.Pd, mengatakan ketiga program ini wujud nyata komitmen pemerintah daerah.
“Permasalahan sosial tidak bisa diselesaikan secara parsial, tapi butuh pendekatan holistik dan terintegrasi,” ujar Majid.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya beri bimbingan, tapi juga dorong reunifikasi keluarga serta akses dokumen kependudukan.
“Saya berharap peserta tak hanya dapat bantuan administratif, tapi juga penguatan motivasi dan harapan baru untuk hidup lebih baik,” ujar Majid.
Ia juga berpesan kepada pendamping dan pekerja sosial agar jalankan tugas dengan ikhlas, empati, dan profesionalisme guna mengurangi angka kemiskinan dan tingkatkan perlindungan sosial.
(ldr)










