Beranda / Ragam Berita / Dinkes Kota Jayapura gelar sosialisasi gerakan Posyandu aktif

Dinkes Kota Jayapura gelar sosialisasi gerakan Posyandu aktif

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari menyampaikan sambutan. (TIFAPOS.id/La Ramah)

TIFAPOS.id – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Kesehatan menyosialisasikan gerakan Posyandu aktif khususnya integrasi layanan primer di Posyandu (semua usia).

Kegiatan yang berlangsung di aula Sian Soor Kantor Wali Kota Jayapura, Rabu (19/3/2025) diikuti kader yang sudah menjalankan layanan primer di Posyandu.

Kegiatan tersebut melibatkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Provinsi Papua serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana Kota Jayapura.

“Dinas kesehatan memantau pelaksanaannya di lapangan dengan harapan semua permasalahan masyarakat dapat tertangani melalui integrasi layanan primer,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari.

Dijelaskan Antari, gerakan Posyandu aktif merupakan inisiatif penting untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui penguatan peran kader Posyandu.

Selain itu, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu agar dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat, dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam program posyandu.

Sosialisasi dilakukan untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat posyandu, termasuk pemeriksaan kesehatan rutin, imunisasi, dan penyuluhan gizi.

Kegiatan ini melibatkan interaksi langsung antara kader dan masyarakat, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan.

Ia juga mengatakan, kegiatan sosialisasi dan pengaktifan Posyandu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kesehatan, partisipasi masyarakat, dan pengetahuan tentang pola hidup sehat. Ini juga berkontribusi pada penurunan angka stunting dan kematian ibu serta bayi.

“Gerakan ini menunjukkan kolaborasi antara pemerintah, kader Posyandu, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan yang lebih baik,” ujar Antari.

Kesempatan tersebut, dikatakan Antari, untuk meningkatkan kreativitas kader Posyandu, yaitu mengadakan pelatihan yang mencakup berbagai metode.

Seperti ceramah, diskusi kelompok, dan praktik langsung. Metode ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam memberikan pelayanan kesehatan.

Mendorong kader untuk mengembangkan inisiatif baru, seperti menjemput balita dari rumah atau mengadakan penyuluhan kesehatan secara rutin.

Selain itu, menggunakan teknik pembelajaran yang melibatkan banyak indera, seperti demonstrasi dan role play untuk membantu kader lebih mudah memahami dan mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh.

Serta, mengimplementasikan program pendampingan yang fokus pada pengembangan kesadaran kritis dan kemampuan kader.

Kemudian, mengadakan acara seperti festival posyandu yang memberikan kesempatan bagi kader untuk menunjukkan kreativitas mereka dalam mendampingi kesehatan ibu dan anak.

“Diharapkan kreativitas kader Posyandu dapat meningkat, sehingga mereka lebih mampu memberikan layanan yang berkualitas dan inovatif kepada masyarakat,” ujar Antari.

Asisten II Setda Kota Jayapura Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ir. B. Widhi Hartanti, mewakili Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.H, mengatakan sosialisasi gerakan Posyandu aktif sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

Ia juga mengatakan, Pemkot Jayapura berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui kader Posyandu, termasuk pelatihan dan pembinaan bagi kader agar mereka lebih efektif dalam memberikan informasi dan layanan kesehatan kepada masyarakat.

Selain itu, sosialisasi diharapkan dapat mendorong kolaborasi antara kader dan masyarakat, sehingga masyarakat lebih mengenal dan memanfaatkan layanan Posyandu.

Melalui kegiatan sosialisasi, diharapkan masyarakat akan lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, terutama bagi ibu hamil dan balita.

“Pemkot berharap dapat mencapai target nasional dalam hal Posyandu aktif untuk peningkatan pengetahuan tentang gizi dan pencegahan stunting,” ujar Widhi.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *