Beranda / Ragam Berita / Dinas Perikanan Kota Jayapura serahkan bantuan hibah pengadaan peralatan dan pelatihan diversifikasi produk olahan hasil perikanan

Dinas Perikanan Kota Jayapura serahkan bantuan hibah pengadaan peralatan dan pelatihan diversifikasi produk olahan hasil perikanan

Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura, Matheys Sibi, S.ST.,Pi.,M.Si mendampingi Asisten II Setda Kota Jayapura, Ir. B. Widhi Hartanti menyerahkan bantuan hibah kepada penerima. (TIFAPOS/La Ramah)

 

TIFAPOS.id Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perikanan memiliki empat program utama salah satunya adalah program pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.

Guna mewujudkan program tersebut, Dinas Perikanan memberikan bantuan hibah pengadaan peralatan dan pelatihan diversifikasi produk olahan hasil perikanan kepada kelompok masyarakat pengolah dan pemasar hasil perikanan.

Tujuan bantuan ini adalah untuk meningkatkan aktivitas pengolahan dan pemasaran produk perikanan, meningkatkan nilai tambah produk hasil tangkapan, serta meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha perikanan.

Pelatihan diversifikasi produk juga diselenggarakan untuk mengembangkan usaha dengan produk-produk baru sehingga mampu bersaing di pasar.

Bantuan hibah yang bersumber dari dana Otonomi Khusus diberikan kepada masyarakat Kota Jayapura khususnya yang mendiami wilayah pesisir yaitu Kampung Nafri, Tobati dan Enggros (masing-masing kampung 10 orang).

Setiap penerima bantuan mendapat satu set peralatan pengolahan ikan, seperti food processor, baskom stainless, timbangan digital, talenan besar, dandang kukus, wajan besar, dan kompor hock.

Dinas Perikanan juga melakukan pendampingan secara berkelanjutan kepada penerima bantuan, agar hasil pengolahan perikanan terus meningkat baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

“Selama ini hasil tangkapan ikan sebagian besar dijual dalam bentuk segar, sehingga nilai tambah dan keuntungan yang diperoleh masih terbatas,” ujar Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura, Matheys Sibi, S.ST.,Pi.,M.Si di Kantor Kampung Nafri, Distrik Abepura, Selasa (19/8/2025).

Dia juga mengatakan, pelatihan memiliki peran sangat penting dalam pengembangan usaha perikanan.

Terutama dalam meningkatkan kapasitas dan keterampilan pelaku usaha perikanan, baik itu pembudidaya ikan, nelayan, pengolah, maupun pelaku pemasaran hasil perikanan.

Diantaranya, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis dalam budidaya, penangkapan, pengolahan, dan pemasaran hasil perikanan sehingga usaha dapat berjalan lebih efektif dan produktif.

Melatih pelaku usaha agar dapat menggunakan peralatan modern dan teknologi terkini dalam pengolahan ikan, sehingga menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan berdaya saing di pasar.

Pengembangan sumber daya manusia perikanan yang mampu mengelola usaha dengan pendekatan bisnis, manajemen, dan kewirausahaan.

Termasuk pengelolaan keuangan, pemasaran, serta pemenuhan standar mutu produk agar memberikan nilai tambah lebih besar.

Pembelajaran yang bersifat praktek langsung dan magang, serta pendampingan intensif untuk memastikan pelatihan berdampak positif bagi peningkatan kapasitas usaha perikanan di daerah.

Peningkatan kemampuan analisis dan kesadaran pelaku usaha perikanan terhadap pentingnya inovasi produk dan pengelolaan usaha secara berkelanjutan.

Sehingga meningkatkan kesejahteraan keluarga serta kontribusi sektor perikanan terhadap ekonomi daerah.

“Pelatihan ini menjadi kunci dalam memberdayakan pelaku usaha perikanan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, sehingga usaha perikanan dapat berkembang lebih baik dan berkelanjutan,” ujar Sibi.

Asisten II Setda Kota Jayapura, Ir. B. Widhi Hartanti mewakili Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.H mengatakan, kegiatan tersebut memiliki dampak positif terhadap peningkatan pendapatan mereka.

Diantaranya meningkatkan produksi dan pendapatan kelompok usaha pengolah dan pemasar hasil perikanan melalui peningkatan kapasitas dan kualitas pengolahan produk.

“Bantuan berupa peralatan dan pelatihan membuat proses produksi lebih efisien dan hasil produk memiliki nilai tambah yang lebih tinggi,” ujar Widhi.

Dia juga mengatakan, adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha dalam mengolah ikan menjadi produk olahan yang lebih variatif seperti nugget dan dimsum ikan.

Sehingga membantu masyarakat pesisir memanfaatkan potensi ikan melimpah menjadi produk inovatif yang bernilai ekonomis tinggi.

Selain itu, perkuat ketahanan ekonomi komunitas melalui pemanfaatan bahan baku lokal dan pengembangan produk bernilai tambah sehingga memperluas segmen pasar dan mengurangi ketergantungan pada satu jenis produk olahan.

Mendorong pemberdayaan masyarakat, terutama perempuan di wilayah pesisir, dengan membuka lapangan kerja baru dan menurunkan tingkat pengangguran di sektor perikanan serta meningkatkan kemandirian ekonomi warga.

Program ini juga membantu pemulihan ekonomi UMKM mikro pengolah hasil perikanan di masa-masa sulit seperti pandemi dengan memfasilitasi sarana prasarana produksi yang memenuhi standar mutu dan tata ruang usaha yang baik.

“Bantuan hibah peralatan dan pelatihan diversifikasi produk olahan hasil perikanan memberikan dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan kualitas produk, pendapatan pelaku usaha, pemberdayaan masyarakat, dan ketahanan ekonomi lokal di sektor perikanan,” ujar Widhi.

 

(lrh)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *