Beranda / Opini / Dari camilan sederhana menjadi favorit banyak orang

Dari camilan sederhana menjadi favorit banyak orang

Mahasiswa Universitas Cenderawasih Jayapura saat menjajakan dagangan mereka. (TIFAPOS/Istimewa)

 

Oleh: Marthina Jenbemuk Margaretha Wayoi, Nining Anggraieni, Asmiranda, Harlisa Salsabila, Melianus Nuw, Natalia Kogoya

 

DI UNIVERSITAS Cenderawasih, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jurusan Akuntansi Semester 4, kami mendapatkan mata kuliah Komunikasi dan Presentasi Bisnis yang diajarkan oleh Kurniawan Patma.

Dalam mata kuliah ini, kami diberikan tugas untuk menjadi pelaku usaha UMKM di lingkungan sekitar kampus, khususnya di kantin FEB, dalam bentuk kelompok yang terdiri dari 5 s.d 6 orang.

Dalam tugas ini, kami menjalankan sebuah usaha UMKM yang kami beri nama “BananaHolic.”

Nama “BananaHolic” merupakan bentuk dedikasi kami terhadap kekayaan pangan lokal. Di Indonesia Timur, khususnya Papua, buah pisang merupakan salah satu simbol ketahanan pangan.

Kami ingin membawa kecintaan masyarakat Papua terhadap pisang ke tingkat yang lebih modern, sehingga siapa pun yang mencicipinya akan menjadi “pecandu” (holic) terhadap kualitas hasil bumi tanah air kita sendiri.

Pisang menjadi salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk bagi kami sebagai mahasiswa.

Dengan bahan baku yang mudah didapat serta proses pembuatan yang tidak terlalu sulit, usaha ini dapat dijalankan dengan modal yang relatif kecil.

Selain itu, camilan berbahan dasar pisang juga memiliki pasar yang luas karena disukai oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Untuk memulai usaha tersebut, setiap anggota kelompok mengumpulkan modal sebesar Rp 100.000, sehingga terkumpul dana untuk membeli bahan-bahan dan peralatan yang diperlukan.

Kami juga membuat banner (media promosi) yang berisi daftar menu yang kami jual, serta stiker logo yang ditempelkan pada setiap kemasan produk kami.

Proses pembuatan produk cukup sederhana. Pisang yang telah dipilih kemudian dipotong menjadi empat bagian, dan ada juga yang diiris tipis berbentuk bulat. Setelah itu, pisang digoreng hingga berwarna keemasan dan memiliki tekstur renyah di bagian luar.

Selanjutnya, pisang disajikan dengan berbagai topping yang menambah cita rasa.
Produk yang kami jual antara lain “Crichips”, yaitu pisang yang diiris tipis lalu digoreng hingga berwarna keemasan dengan varian rasa original dan cokelat.

Selain itu, kami juga menjual “Roll Me”, yaitu pisang yang digulung menggunakan kulit lumpia, kemudian digoreng hingga keemasan dan ditaburi topping rasa cokelat dan tiramisu.

Kami juga menyediakan minuman “Iced Lemon Tea” sebagai pelengkap. Perpaduan antara pisang yang manis dan topping yang beragam menjadikan camilan ini menarik dan tidak membosankan, sehingga diminati oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Selain variasi rasa, tampilan penyajian juga menjadi hal penting dalam usaha produk kami. Produk disajikan dalam kemasan yang menarik seperti box, standing pouch, serta plastik cup untuk minuman, sehingga praktis untuk dibawa dan cocok dijadikan camilan saat bersantai.

Kemasan yang menarik juga dapat meningkatkan nilai jual produk serta memudahkan kami dalam melakukan promosi melalui teman, kerabat, dan media sosial. Dari penjualan produk tersebut, kami mendapatkan tanggapan yang cukup baik dari para pembeli.

Namun, masih ada beberapa hal yang perlu kami perbaiki ke depannya agar penjualan produk kami dapat lebih diminati oleh masyarakat. Produk ini memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai usaha kuliner yang menguntungkan.

Inovasi sederhana dari olahan pisang ini tidak hanya memberikan pilihan camilan yang lezat bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM, khususnya mahasiswa, untuk meningkatkan pendapatan.

Menjadi pelaku UMKM, khususnya bagi kami sebagai mahasiswa, kami memiliki kesempatan untuk belajar sekaligus mengembangkan kemampuan berwirausaha sejak dini.

Dengan menjalankan usaha, kami tidak hanya fokus pada kegiatan akademik, tetapi juga belajar tentang kemandirian, tanggung jawab, dan kreativitas.

Selain itu, pengalaman ini membantu kami memahami cara melihat peluang bisnis, mengelola produk, melakukan pemasaran, serta menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan usaha.

Pengalaman tersebut sangat bermanfaat untuk melatih jiwa kewirausahaan sejak dini.

 

 

(Penulis adalah mahasiswa jurusan Akuntansi Universitas Cenderawasih Jayapura)

(ldr)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *