Beranda / Ragam Berita / Dari asrama panti asuhan diharapkan melahirkan generasi Papua berdaya saing

Dari asrama panti asuhan diharapkan melahirkan generasi Papua berdaya saing

Pendiri Panti Asuhan Yayasan Kasih Sejahtera Papua berdoa dalam peletakan bantu pembangunan. (TIFAPOS/La Ramah)

TIFAPOS.id Peletakan batu pertama pembangunan Asrama Panti Asuhan Yayasan Kasih Sejahtera Papua, Rabu (18/6/2025) merupakan simbol penting dalam upaya melahirkan generasi berdaya saing.

Dipimpin langsung oleh Komandan Korem 172/PWY, menunjukkan komitmen untuk menyejahterakan dan mendukung masa depan anak-anak Papua dengan fasilitas yang lebih baik.

Peletakan batu pertama juga menjadi tonggak sejarah penting dalam membangun institusi pendidikan atau sosial yang berfokus pada pembentukan karakter dan daya saing.

Yayasan Kasih Sejahtera Papua menekankan pendidikan berwawasan global dan nilai budi pekerti kuat serta takut akan Tuhan.

Komandan Korem 172/PWY, Brigjen TNI Tagor Rio Pasaribu, S.E meletakkan batu pembangunan Panti Asuhan Yayasan Kasih Sejahtera Papua. (TIFAPOS/La Ramah)

Ketua Panti Asuhan Yayasan Kasih Sejahtera Papua, Reta Tumang, mengatakan peletakan batu pertama pembangunan asrama panti asuhan menandai awal dari upaya serius TNI dan pemerintah daerah.

Pembangunan fasilitas yang mendukung tumbuh kembang anak-anak Papua, agar menjadi generasi yang berdaya saing dan bermartabat, melalui pendidikan, perlindungan, dan pembinaan karakter yang baik.

“Yayasan ini didirikan tahun 2002 atas dasar hati untuk mau melayani anak-anak Papua. Jumlah penghuni panti asuhan ada 37 orang, dengan pendidikan dari PAUD hingga perguruan tinggi,” ujar Reta.

Dia juga mengatakan, Yayasan Kasih Sejahtera yang terletak di Koya Timur, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, penyediaan fasilitas pendidikan dan pembinaan karakter yang memadai, dapat berkontribusi menciptakan generasi Papua berdaya saing.

Tujuannya agar anak-anak di yayasan tersebut mendapatkan akses belajar yang berkualitas dan pembentukan nilai moral yang kuat. Hal ini penting untuk membentuk sikap dan kemampuan yang dibutuhkan dalam persaingan global.

Perlindungan dan pemenuhan kebutuhan dasar anak-anak, seperti kesehatan, gizi, dan lingkungan yang aman, yang menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang optimal dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.

Pengembangan program pelatihan keterampilan dan penguatan mental agar anak-anak tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kemampuan praktis dan jiwa kepemimpinan yang dapat meningkatkan daya saing mereka di berbagai bidang.

Membangun jaringan kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti pemerintah, lembaga pendidikan, dan dunia usaha, sehingga anak-anak asuh mendapatkan peluang lebih luas untuk berkembang dan berkontribusi secara positif di masyarakat.

“Yayasan Kasih yang dibangun dengan visi dan fasilitas yang tepat mampu mencetak generasi yang tidak hanya mampu bersaing secara akademik dan profesional, tetapi juga memiliki karakter dan mental yang kuat untuk menghadapi dinamika kehidupan,” ujar Reta.

Selain itu, kebutuhan dasar bagi anak-anak dari berbagai latar belakang, dengan harapan dapat terus memberikan masa depan cerah bagi anak-anak Papua.

Kesempatan tersebut, Reta menyampaikan terima kasih kepada semua pihak terkhusus Komandan Korem 172/PWY, Brigjen TNI Tagor Rio Pasaribu, S.E, atas perhatiannya yang sudah diberikan.

Dia juga berharap, peletakan batu pertama pembangunan yayasan tersebut bukan sekadar tempat tinggal anak-anak yatim dan yatim piatu, tetapi juga rumah yang nyaman dan penuh kasih sayang, tempat mereka bisa belajar, tumbuh, dan berkembang secara optimal.

Memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak, agar mereka dapat memiliki keterampilan hidup, pendidikan yang layak, dan suatu hari bisa berkontribusi membangun masyarakat sekitar.

Pembangunan yayasan juga diharapkan dapat memberdayakan ekonomi lokal dengan membuka lapangan kerja dan menggerakkan roda ekonomi, yang hasilnya digunakan untuk keberlanjutan operasional panti.

Dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, tokoh agama, dan lembaga pendidikan, agar pembangunan dapat selesai tepat waktu dan panti asuhan dapat segera berfungsi maksimal membantu anak-anak yang membutuhkan.

“Saya berharap pembangunan yayasan ini menjadi fondasi kuat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak-anak, sekaligus menjadi pusat pemberdayaan sosial dan ekonomi di komunitasnya,” ujar Reta.

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M meletakkan batu pembangunan Panti Asuhan Yayasan Kasih Sejahtera Papua. (TIFAPOS/La Ramah).

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M, mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura sangat konsen dengan pendidikan, sebagai salah satu program unggulan dalam pembangunan daerah.

Dia juga mengatakan, Pemkot Jayapura menempatkan pendidikan sebagai program unggulan dengan berbagai inisiatif yang fokus pada peningkatan kualitas pendidikan.

Selain itu, pembentukan karakter, akses pendidikan tinggi, dan penyediaan sarana prasarana yang memadai demi mencetak generasi unggul dan berdaya saing.

“Adanya pembangunan Yayasan Kasih Sejahtera ini, Pemkot Jayapura bantu (bantuan awal) Rp50 juta,” ujar Rustan.

Rustan berharap, peletakan batu pertama pembangunan yayasan tersebut agar mendorong percepatan pembangunan fasilitas yang bermanfaat bagi masyarakat.

Komitmen Pemerintah Kota Jayapura dalam mendukung pengembangan lembaga yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan publik.

“Saya juga berharap adanya sinergi antara yayasan dengan pemerintah daerah dalam program-program pemberdayaan masyarakat,” ujar Rustan.

Anak-anak di Panti Asuhan Yayasan Kasih Sejahtera Papua tampil di depan tamu undangan dalam acara peletakan batu pertama pembangunan yayasan. (TIFAPOS/La Ramah)

Komandan Korem 172/PWY, Brigjen TNI Tagor Rio Pasaribu, S.E, motivasi untuk membantu pembangunan yayasan karena kondisinya sangat mengkhawatirkan, serta mengatasi kesulitan masyarakat.

“Secara umum kita tidak ada dana khusus, tapi kita swadaya menggalang dana untuk membantu membangun yayasan ini,” ujar Pasaribu.

Dia juga mengatakan, pembangunan yayasan tersebut sekaligus mendukung program Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) TNI untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan ketahanan nasional.

Salah satunya, Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), yaitu rehabilitasi dan pembangunan rumah bagi masyarakat kurang mampu sebagai bentuk dukungan sosial TNI AD pasca pandemi Covid-19.

Selain itu, mendukung program Asta Cita yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mewujudkan Indonesia maju dan makmur menuju Indonesia Emas 2045.

Diantaranya, yaitu meningkatkan lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur.

Serta, memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.

“Harapan kami secepatnya bisa selesai. Kalau bisa tiga bulan selesai,” ujar Pasaribu.

Komandan Korem 172/PWY, Brigjen TNI Tagor Rio Pasaribu, S.E didampingi Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M bersama tamu undangan foto bersama usai acara peletakan batu pertama pembangunan Panti Asuhan Yayasan Kasih Sejahtera Papua. (TIFAPOS/La Ramah).

Dia juga mengatakan, pembangunan yayasan tersebut merupakan kepedulian dan pengabdian sosial khususnya anak-anak yatim dan yatim piatu dan keluarga kurang mampu.

Selain itu, TNI ingin memastikan anak-anak panti asuhan memiliki tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman, sehingga mereka dapat belajar, beribadah, dan tumbuh dengan baik.

Fasilitas baru ini, dapat menumbuhkan semangat belajar dan motivasi anak-anak untuk meraih cita-cita setinggi-tingginya, termasuk mendukung mereka yang ingin melanjutkan pendidikan atau bercita-cita menjadi prajurit TNI.

Mempererat hubungan antara TNI, pemerintah daerah, yayasan, dan masyarakat dalam membangun generasi penerus bangsa yang kuat dan berdaya.

“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak ini memiliki tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman. Karya bakti TNI AD merupakan salah satu upaya membantu pemerintah mempercepat pembangunan daerah serta mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat,” ujar Pasaribu.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *