Peserta pelatihan prajabatan CPNS dan orientasi PPPK di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Pelatihan prajabatan proses penting untuk membentuk karakter dan profesionalisme aparatur pemerintah.
• Menghindari birokrasi yang mempersulit masyarakat.
• CPNS dan PPPK membawa perubahan signifikan dalam pelayanan publik.
WAKIL Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M, minta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) harus mewujudkan pelayanan prima berbasis nilai aparatur sipil negara (ASN), yang telah menyelesaikan masa pelatihan Prajabatan di Rindam XVII/Cenderawasih, Sabtu, 8 November 2025.
Wakil wali kota menekankan pentingnya seluruh materi, pesan, dan nilai-nilai yang diterima selama pelatihan harus menjadi perhatian serius dalam menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintah.
Menurutnya, prajabatan bukan sekadar kegiatan formal, melainkan proses krusial untuk membentuk karakter dan profesionalisme dasar yang wajib dimiliki setiap pegawai baru.
“Prajabatan adalah pondasi penting sebagai bentuk pembentukan karakter dan profesionalisme. Oleh sebab itu, seluruh CPNS dan PPPK harus mampu mendalami, memahami, dan menerapkan ilmu serta pembinaan yang diberikan,” ujar wakil wali kota.
Selain itu, perubahan pola pikir dan pola kerja merupakan salah satu tujuan utama dari pelatihan tersebut, sehingga aspek kinerja, disiplin, integritas, hingga pelayanan publik harus mengalami perbaikan nyata.
Ia mengingatkan, sebagai aparatur pemerintah, pegawai digaji atas amanah dari rakyat melalui negara, sehingga tanggung jawab moral dan profesional untuk memberikan pelayanan terbaik menjadi prioritas utama.
“Seluruh pegawai yang mengikuti prajabatan sudah resmi memperoleh Surat Keputusan (SK) dan telah dilatih secara intensif,” ujar wakil wali kota.
Wakil wali kota menegaskan kewajiban aparatur pemerintah untuk menunjukkan produktivitas dan menjalankan tanggung jawab dengan baik, baik itu bekerja di kelurahan, distrik, puskesmas, maupun unit pelayanan lainnya.
“Mereka harus mengabdi sepenuh hati dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” ujar wakil wali kota.
Wakil wali kota juga mengingatkan agar para pegawai baru menghindari sikap birokrasi yang mempersulit masyarakat dalam pelayanan publik.
Sebaliknya, mereka harus menjadi garda terdepan pemerintah daerah yang memberikan pelayanan dengan sikap dan tindakan yang baik dan bersahabat.
“Jangan sekali-kali mempersulit masyarakat. Tugas kita adalah mempermudah dan melayani agar warga Kota Jayapura merasa puas dengan pelayanan yang diberikan,” ujar wakil wali kota.
Optimisme tinggi juga disampaikannya terkait pengamalan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN).
Ia percaya jika CPNS dan PPPK baru mampu menginternalisasi nilai-nilai tersebut, maka perubahan positif berupa perbaikan mental, pola pikir, cara kerja, sistem kerja, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat akan terlihat jelas.
Ia menegaskan, pemerintah tidak ingin ada laporan pelayanan buruk yang menimpa masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk membangun birokrasi yang lebih baik, responsif, dan melayani sepenuh hati. Semua masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang berkualitas dan memuaskan dari pemerintah,” ujar wakil wali kota.
Wakil wali kota berharap, CPNS dan PPPK yang baru saja menuntaskan pelatihan Prajabatan mampu menjadi aparatur yang profesional dan berdedikasi tinggi.
Serta, membawa perubahan signifikan dalam pelayanan publik di Kota Jayapura, sehingga mewujudkan birokrasi yang bersih, efisien, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
(ldr)







