Kepala SMAS Mandala Trikora Jayapura, Ferdinand J D.Assa, S.Si., M.Si bersama guru dan penceramah pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW bersalaman dengan peserta didik. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Momentum Maulid dijadikan untuk memperkuat nilai toleransi dan kerukunan dalam keberagaman suku, agama, dan pandangan.
• Civitas sekolah diajak meneladani prinsip kepemimpinan, amanah, karakter kuat, etos kerja, dan cinta ilmu pengetahuan dari Nabi Muhammad SAW.
• Target profil lulusan dengan ketakwaan terhadap Tuhan, berakhlak mulia, dan memiliki karakter kuat.
PERAYAAN Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2025 Masehi di SMAS Mandala Trikora Jayapura, Kota Jayapura, Papua, ditekankan sebagai momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai toleransi dan kerukunan dalam keragaman.
Perayaan yang berlangsung di ruang kelas sekolah, Jumat, 12 September 2025 dengan lantunan sholawat, tilawah, ceramah agama, dan doa oleh Ustad Sanifu,S.Pd., M.Pd, tidak hanya untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad, tetapi juga sebagai ajang untuk meneladani akhlak Nabi yang menjunjung tinggi keharmonisan antarumat.
Maulid Nabi Muhammad juga dipandang sebagai peringatan untuk merenungkan kembali bagaimana Rasulullah SAW mampu mempersatukan umat yang berbeda latar belakang, bahkan dalam konteks keberagaman sosial, dan politik modern.
Selain itu, perayaan yang mengangkat tema “jadikan akhlak Rasulullah sebagai spirit membangun toleransi dalam keragaman”, sebagai sikap saling menghormati, dan persatuan di tengah perbedaan suku, agama, maupun pandangan.
Dari kehidupan Nabi Muhammad SAW, civitas SMAS Mandala Trikora diajak dapat meneladani prinsip kepemimpinan dan amanah, penanaman nilai-nilai karakter, etos kerja keras, dan cinta ilmu pengetahuan.
Perayaan Maulid yang dihadiri oleh siswa, guru, dan staf sekolah bahwa perbedaan adalah kekayaan yang harus dijaga untuk menciptakan kehidupan yang harmonis dan saling menghormati, dengan teladan Nabi Muhammad sebagai contoh keberagaman yang damai dan penuh kasih.
“Mari kita implementasikan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, baik dalam berinteraksi dengan teman, guru, maupun staf sekolah. Kita semua sebagai warga sekolah harus saling menghormati dan memuliakan,” ujar Kepala SMAS Mandala Trikora Jayapura, Ferdinand J D.Assa, S.Si., M.Si.
Kesempatan tersebut, kepala sekolah mengajak peserta didik untuk menerapkan pendidikan karakter melalui tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat termasuk pentingnya pendidikan karakter.
Para murid diajak mengikuti pembelajaran dengan prinsip berkesadaran, bermakna dan menggembirakan dan pengalaman belajar memahami, mengaplikasi dan merefleksi dari setiap proses pembelajaran.
Sehingga delapan dimensi profil lulusan dapat tercapai di antaranya adalah meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia.
“Mari kita tumbuhkan rasa kasih sayang dan toleransi terhadap sesama. Mari kita jadikan Nabi Muhammad SAW sebagai inspirasi dalam meraih kesuksesan baik di dunia dan akhirat,”
“Mari kita jaga kebersihan lingkungan sekolah dengan membuang sampah pada tempatnya,
membersihkan kelas secara rutin, dan merawat sarana dan prasarana sekolah,” sambungnya.
Wakil Ketua Yayasan Mandala Trikora Jayapura, Jasin, S.Com mengharapkan agar perayaan ini dapat menjadi momen bagi peserta didik dan guru untuk mengenal, mencintai, dan meneladani sifat serta akhlak Nabi Muhammad SAW.
Selain itu, menjadikan perayaan Maulid sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan dalam lingkungan sekolah.
Mendorong terciptanya suasana pembelajaran yang inspiratif dan religius bagi seluruh warga sekolah serta memupuk rasa syukur dan kebahagiaan dalam merayakan kelahiran Nabi Muhammad sebagai suri teladan kehidupan.
“Proses pembinaan akhlak ini membentuk kepribadian peserta didik yang kuat dan berakhlak luhur, sehingga mereka dapat menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga berbudi pekerti dan memiliki moral yang baik,” ujar Jasin.
(lrh)






