Beranda / Ragam Berita / Cegah stunting, masyarakat diajak jadi orang tua asuh Genting

Cegah stunting, masyarakat diajak jadi orang tua asuh Genting

Asisten II Setda Kota Jayapura Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ir. B. Widhi Hartanti mewakili Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.H menyerahkan bantuan paket sembako kepada anak stunting. (TIFAPOS/La Ramah)

TIFAPOS.id Masyarakat di Kota Jayapura diajak untuk menjadi orang tua asuh dalam Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

Program ini bertujuan untuk melibatkan masyarakat dalam memberikan dukungan nutrisi, akses air bersih, sanitasi, dan edukasi kepada keluarga berisiko stunting guna mencegah stunting pada anak-anak.

Dengan menjadi orang tua asuh, masyarakat dapat membantu mempercepat penurunan angka stunting melalui pendampingan langsung kepada keluarga yang membutuhkan.

Program Genting juga melibatkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk mencapai target penurunan stunting yang signifikan.

Berdasarkan data yang berasal dari aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), tercatat sebanyak 1046 anak di Kota Jayapura berisiko stunting.

Kepala DP3AKB Kota Jayapura, Betty Anthoneta Puy, S.E., MPA menyerahkan bantuan paket sembako kepada anak stunting. (TIFAPOS/La Ramah)

“Target Kota Jayapura sebanyak 168 anak asuh. Lebih banyak warga yang terlibat semakin bagus, agar kita nol kasus stunting,” ujar Kepala DP3AKB Kota Jayapura, Betty Anthoneta Puy, S.E., MPA ditemui usai kegiatan advokasi program dan launching Genting di Kantor Wali Kota Jayapura, Kamis (19/6/2025).

Dia juga mengatakan, Genting adalah program dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN yang bertujuan mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia dengan melibatkan masyarakat sebagai “orang tua asuh” bagi keluarga berisiko stunting.

Inti gerakan ini, lanjutnya, yaitu menghubungkan orang tua asuh dengan keluarga berisiko stunting untuk memberikan dukungan nutrisi dan non-nutrisi, seperti makanan bergizi, akses air bersih, perbaikan sanitasi, dan edukasi pola asuh.

Keterlibatan berbagai pihak mulai dari individu, kelompok, perusahaan, hingga pemerintah daerah sebagai orang tua asuh yang peduli membantu keluarga kurang mampu dengan anak usia 0-59 bulan yang berisiko stunting.

Mengedepankan semangat gotong royong dan kolaborasi komunitas untuk mendukung tumbuh kembang anak agar terhindar dari stunting sejak 1000 hari pertama kehidupan.

Genting telah menjangkau lebih dari 141.000 anak di keluarga berisiko stunting di seluruh Indonesia sejak diluncurkan pada Desember 2024.

Program ini juga memberikan edukasi kepada orang tua tentang pentingnya pola makan sehat dan gizi seimbang bagi anak-anak.

“Genting adalah gerakan gotong royong masyarakat untuk mendukung keluarga berisiko stunting agar anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan bebas stunting demi generasi masa depan Indonesia yang lebih baik,” ujar Puy.

Untuk itu, Puy berharap, peran warga dalam mendukung program Genting di Papua khususnya di Kota Jayapura sangat penting, karena memberikan dukungan langsung kepada keluarga berisiko stunting, berupa bantuan nutrisi, akses air bersih, sanitasi, serta edukasi pola hidup sehat dan pentingnya gizi anak.

Berperan aktif dalam memfasilitasi akses kesehatan anak stunting, seperti pemeriksaan rutin, imunisasi, dan pengobatan yang diperlukan.

Selain memberikan bantuan materi, warga mendampingi keluarga dalam membangun pola hidup sehat dan memastikan akses layanan kesehatan dan pendidikan bagi anak-anak.

Partisipasi warga dilakukan secara kolaboratif dengan pemerintah, lembaga terkait, dan mitra non-pemerintah untuk efektivitas program dan keberlanjutan penurunan stunting.

Warga juga dapat berkontribusi melalui donasi dalam layanan Sedekah Genting yang dikelola oleh BAZNAS dan BKKBN sebagai bentuk dukungan finansial program.

Pendekatan partisipatif melibatkan masyarakat dalam komunikasi pembangunan, perencanaan, distribusi bantuan, serta monitoring dan pelaporan program Genting agar warga merasa memiliki dan bertanggung jawab atas keberhasilan program.

“Keterlibatan aktif warga, program Genting di Papua diharapkan dapat menurunkan angka stunting yang masih tinggi dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak serta keluarga di daerah tersebut,” ujar Puy.

Sekretaris Perwakilan Kemendukbangga/bkkbn Papua, Arianto Gamar, S.H, menyerahkan bantuan paket sembako kepada anak stunting. (TIFAPOS/La Ramah)

Sekretaris Perwakilan Kemendukbangga/bkkbn Papua, Arianto Gamar, S.H, berharap dengan launching program Genting di Kota Jayapura dapat mempercepat penurunan prevalensi stunting melalui kolaborasi lintas sektor dan peran aktif masyarakat.

Dia juga mengatakan, program ini tidak hanya memberikan bantuan nutrisi, tetapi juga bantuan non-nutrisi seperti bedah rumah, jamban sehat, dapur sehat.

Serta, pemberdayaan ekonomi keluarga, dengan melibatkan berbagai pihak seperti masyarakat, instansi, perusahaan, dan perguruan tinggi sebagai orang tua asuh.

“Setidaknya satu anak stunting atau berisiko stunting dapat terjangkau gerakan ini, sebagai bagian dari upaya serius untuk menurunkan angka stunting yang masih jauh dari target nasional,” ujar Arianto.

“Harapannya, dengan gerakan ini, Kota Jayapura bisa memiliki generasi penerus yang sehat, tangguh, dan kompetitif, dan berdaya saing,” sambungnya.

Asisten II Setda Kota Jayapura Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ir. B. Widhi Hartanti bersama kolega saat foto bersama orang tua dan anak penerima bantuan semanko dalam rangka mencegah stunting. (TIFAPOS/Lar Ramah)

Asisten II Setda Kota Jayapura Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ir. B. Widhi Hartanti mewakili Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.H, berharap program Genting dapat menurunkan angka stunting secara signifikan.

Dia juga mengatakan, bantuan yang diberikan dapat meningkatkan gizi, kesehatan, serta edukasi bagi keluarga berisiko stunting, sehingga tercipta generasi yang sehat, cerdas, dan kuat.

Selain itu, dia menekankan pentingnya kolaborasi dan keberlanjutan program agar upaya pencegahan stunting berjalan optimal dan menyeluruh di masyarakat.

“Hal itu dapat dilakukan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, baik pemerintah, swasta, maupun komunitas sebagai orang tua asuh,” ujar Widhi.

Asisten II Setda Kota Jayapura Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ir. B. Widhi Hartanti bersama kolega saat foto bersama kolega saat foto bersama peserta launching program Genting. (TIFAPOS/La Ramah)

Kesempatan tersebut, dikatakan Widhi, launching Genting yang melibatkan TNI, kepolisian, PKK, GOW, lintas OPD merupakan langkah konkret yang diambil Pemkot Jayapura

Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Jayapura juga diajak untuk aktif menjadi orang tua asuh dengan menyisihkan sebagian gaji mereka guna mendukung pengadaan makanan tambahan bergizi bagi anak berisiko stunting.

Selain itu, mendorong keterlibatan CSR dan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung program, termasuk penyediaan anggaran untuk pemberian makanan tambahan dan bantuan nyata bagi keluarga berisiko stunting.

Penyerahan bantuan paket pangan bergizi kepada keluarga sasaran dan mengoptimalkan peran orang tua asuh di tingkat kelurahan binaan.

Mengawal implementasi program secara berkelanjutan dan menandatangani komitmen bersama percepatan penurunan stunting dengan berbagai stakeholder sebagai simbol kerja sama dan komitmen daerah.

“Wali Kota Jayapura berupaya memastikan program Genting berjalan efektif dan melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk menekan angka stunting secara signifikan,” ujar Widhi.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *