Calon Bupati Kabupaten Waropen, Lamek Maniagasi saat berbincang bersama masyarakat Kirihi Walay usai kampanye terbatas. (TIFAPOS/Istimewa)
TIFAPOS.id – Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Waropen, Lamek Maniagasi-Alberthy Buiney akan mengantongi seluruh suara dari masyarakat Suku Fayu, Walay, dan Dani yang merupakan tiga suku adat besar di Distrik Kirihi-Walay, Waropen Atas, Kabupaten Waropen pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Waropen 2024.
Hal itu merupakan pernyataan masyarakat tiga suku adat, melalui Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Waropen terpilih, Linus Dugupa kepada calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Waropen, Lamek Maniagasi-Alberthy Buiney saat melakukan Kampanye tertutup (terbatas) di permukiman masyarakat Kirihi-Walay di Kampung Urei Jaya, Distrik Urei-Faisei, Kabupaten Waropen, Papua, Jumat (27/9/2024).
“Kami sampaikan kepada kedua bapak calon Bupati dan Wakil Bupati Waropen bahwa kami punya kepala-kepala suku di tiga suku adat, yaitu Suku Fayu, Walay dan Dani menyatakan siap mendukung Bapak Berdua maju jadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Waropen. Semua suara, kami ikat untuk Lamek Maniagasi dan Alberthy Buiney,” kata Linus.
Linus mengatakan masyarakat Fayu, Walay, dan Dani telah bersepakat memilih paslon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Waropen, Maniagasi-Buiney (Masbun).
Linus menegaskan siap menjadi tameng dan jaminan kemenangan ‘Masbun’ sebagai Bupati dan Wakil Bupati Waropen periode 2024-2029 untuk perubahan Kabupaten Waropen.

“Saya siap jadi jaminan, kedua bapak akan memenangkan Pilkada ini. Kami tidak menuntut banyak, tapi ketika bapak berdua menang, jangan lupa pernyataan hari ini. Harus nyatakan perubahaan untuk Waropen, suara dari sini, kami bulatkan kepada ‘Masbun’ untuk menang,” ujarnya.
Calon Bupati Kabupaten Waropen, Lamek Maniagasi menyampaikan berkomitmen untuk menuntaskan kampung di wilayah Walay menjadi kampung-kampung definitif dan dijadikan satu distrik (Distrik Walay).
Dilanjutkannya, ‘Masbun’ juga berkomitmen akan membangun lapangan terbang (Lapter) perintis di Distrik Kirihi Walay. Lamek menjelaskan penerbangan pesawat akan beroperasi dengan rute Jayapura ke Waropen, Waropen ke Nabire, dan Waropen ke Kirihi-Walay.
“Penerbangan tersebut dilakukan dengan program subsidi atau sebagian biaya tiket pesawat ditanggung oleh pemerintah daerah (pemda) Kabupaten Waropen,” ujarnya.
“Saya akan perjuangkan untuk Walay jadi satu distrik. Ini janji yang saya ingat selalu. Kalau saya lupa kalian (masyarakat) harus ingatkan saya, sampai Walay jadi distrik, jika saya terpilih,” ungkap Lamek saat menyampaikan materi kampanye terbatas.
Lamek juga berpesan kepada masyarakat Kirihi Walay yang punya anak sedang berkuliah di perguruan tinggi harus didata.

“Anak-anak Kirihi yang sekolah, harus dicatat semua, harus dilaporkan, jangan kami tidak tahu siapa-siapa yang kuliah, di sekolah mana atau di kampus mana. Itu dicatat dan bawa ke sini, kasih saya ketika saya jadi Bupati,” ujarnya.
Lamek menegaskan pada kampanyenya tidak banyak berbicara tentang janji kepada masyarakat Waropen.
“Saya tidak bicara banyak, tidak mau janji yang banyak, nanti tipu. Saya tidak mau janji ada uang defisit sekian, saya tidak mau janji bayar orang punya kredit di Bank, itu tipu,” tegasnya.
Saat kampanye tertutup, Lamek juga meninjau lokasi pemukiman masyarakat Kirihi Walay. Lamek menanyakan status lokasi pemukiman tersebut.
“Lokasi yang bapak/Ibu tempati ini sudah dibeli atau belum, kalau belum nanti saya akan bicarakan bersama Linus Dugupa ketika saya jadi bupati,” kata Lamek saat masyarakat menyatakan lokasi pemukiman tersebut belum dibeli. (Advetorial)






