Beranda / Opini / BTS bukan sekadar musik: Perannya dalam menyebarkan budaya Korea di Indonesia

BTS bukan sekadar musik: Perannya dalam menyebarkan budaya Korea di Indonesia

Infografis cover grup musik BTS, Korea Selatan. TIFAPOS/Ist)

Oleh : Jane Marwery

TIFAPOS.id Fenomena Korean Wave atau Hallyu telah menjadi arus global yang mengubah peta budaya populer dunia, termasuk di Indonesia.

Di tengah gelombang ini, BTS, boyband asal Korea Selatan, bukan hanya menjadi ikon musik, melainkan agen budaya yang aktif menyebarkan nilai-nilai, estetika, dan gaya hidup Korea.

Keberhasilan BTS dalam menjangkau pasar global, termasuk Indonesia, merupakan bukti konkret dari kekuatan soft power Korea Selatan dalam memengaruhi masyarakat luar negeri melalui budaya pop (Nye, 2004).

Opini ini akan membahas bagaimana BTS berperan dalam penyebaran budaya Korea di Indonesia melalui lensa teori soft power dan cultural globalization.

BTS sebagai Agen Soft Power Korea Selatan

Soft power, menurut Joseph Nye (2004), adalah kemampuan suatu negara untuk memengaruhi negara lain tanpa paksaan, melainkan melalui daya tarik budaya, nilai-nilai, dan kebijakan. BTS memainkan peran ini secara signifikan melalui popularitas globalnya.

Pemerintah Korea Selatan bahkan mengakui peran BTS sebagai aset diplomatik budaya dan menunjuk mereka sebagai utusan khusus presiden untuk generasi dan budaya masa depan (Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, 2021).

BTS telah mendorong peningkatan minat masyarakat Indonesia terhadap produk Korea, mulai dari makanan, film, drama, hingga pendidikan bahasa.

Sebuah studi oleh Korean Foundation (2023) menyebutkan bahwa Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dalam jumlah fans K-Pop, di mana BTS adalah salah satu yang paling dominan.

Media Sosial sebagai Jembatan Budaya

Media sosial menjadi instrumen utama BTS dalam menjangkau penggemar Indonesia. Lewat Twitter, YouTube, dan Weverse, BTS secara aktif berinteraksi dengan ARMY (sebutan bagi penggemar mereka), menciptakan rasa kedekatan budaya meskipun terpisah geografis.

Data dari Twitter Indonesia (2022) menunjukkan bahwa Indonesia menjadi negara dengan jumlah tweet terkait BTS tertinggi di dunia.

Keaktifan ini tidak hanya menghubungkan BTS dengan penggemarnya, tetapi juga menjadi ruang di mana budaya Korea diperkenalkan secara masif melalui bahasa, simbol, dan narasi visual.

Pengaruh BTS terhadap Gaya Hidup dan Pilihan Konsumen

Pengaruh BTS tak terbatas pada musik; mereka mendorong transformasi konsumsi dan gaya hidup.

Penjualan produk kolaborasi BTS dengan berbagai merek seperti Tokopedia dan Samsung menunjukkan bahwa popularitas mereka memengaruhi perilaku konsumen Indonesia (Detik.com, 2021).

Bahkan, minat belajar bahasa Korea meningkat secara signifikan setelah BTS berkolaborasi dengan aplikasi pembelajaran seperti Duolingo dan HYBE Edu.

Fenomena ini mencerminkan konsep cultural globalization (Appadurai, 1996), di mana budaya lintas negara menyebar melalui konsumsi media dan simbol populer.

BTS bukan sekadar fenomena musik, melainkan aktor budaya global yang secara efektif menyebarkan budaya Korea di Indonesia melalui kekuatan simbolik, teknologi digital, dan nilai-nilai kolektif yang mereka bangun.

Keberhasilan mereka menegaskan bahwa diplomasi budaya dan soft power dapat berkembang bukan hanya melalui negara, tetapi juga melalui individu dan kelompok budaya populer.

Dalam konteks hubungan internasional kontemporer, BTS menjadi contoh konkret dari aktor non-negara yang memainkan peran strategis dalam pembentukan opini dan preferensi budaya global.

 

(Penulis adalah mahasiswa Jurusan Hubungan International Universitas Cenderawasih Jayapura)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *