Penandatanganan intervensi keamanan pangan. (TIFAPOS/Ramah)
TIFAPOS.id – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM di Jayapura, Kota Jayapura, Papua, menggandeng lintas sektor meningkatkan komitmen intervensi keamanan pangan.
Guna mewujudkan intiar itu, BPOM menggelar monitoring dan evaluasi program prioritas nasional, yang berfokus pada desa pangan aman, pasar pangan aman berbasis komunitas, keamanan pangan jajanan anak usia sekolah.
“Sebelumnya kami sudah awali dengan intervensi. Jadi, sekarang kami evaluasi,” ujar Kepala BPOM Jayapura, Hermanto di Hotel Horison Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Kamis (31/10/2024).

Dikatakannya, intervensi keamanan pangan dilakukan di sepanjang rantai pangan atau farm to table berupa komunikasi, informasi, edukasi, serta fasilitasi.
“Karena masih adanya kasus yang terjadi di lingkungan masyarakat terkait penyalahgunaan bahan-bahan berbahaya yang dapat merugikan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Dikatakannya, akibat ketidakpahaman masyarakat atau bersikap abai terhadap pangan, maka melalui intervensi tersebut diharapkan masyarakat lebih cerdas dalam mengkonsumsi obat dan makanan agar hidup sehat.
“Kami memberdayakan komunitas-komunitas yang ada di lokus intervensi (kader keamanan pangan), karena merekalah yang paling dekat dengan komunitasnya masing-masing untuk melihat, mengawasi, dan mengevaluasi,” ujarnya.

Lokus intervensi dilakukan di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, berdasarkan hasil diskusi dengan Pemda Kota Jayapura, karena daerah rawan stunting dan potensi banyaknya produk pangan olahan lokal.
“Kami lengkapi dengan rapid test speed atau alat uji yang bisa mengevaluasi untuk memastikan produk mengandung bahan berbahaya atau tidak,” ujarnya.
Hermanto berharap intervensi keamanan pangan yang diinisiasi BPOM Jayapura, dilanjutkan Pemerintah Kota Jayapura baik di kampung, pasar, dan sekolah sehingga masyarakat mendapatkan pangan sehat dan berkualitas.
Plh Sekda Kota Jayapura, Frederik Awarawi mewakili Penjabat Wali Kota Jayapura Christian Sohilait, berharap intervensi keamanan pangan yang sudah dibangun dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

“Saya mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi BPOM Jayapura yang telah mencegah dan memberantas masuknya makanan dengan bahan berbahaya di Kota Jayapura,” ujarnya.
“Tentunya pemerintah akan terus bersinergi dengan BPOM dalam memberantas obat dan makanan dan berbahaya. Kami juga mendukung intervensi keamanan pangan,” ujarnya.
Ditambahkan Awarawi lintas sentor khususnya kader keamanan pangan di kampung, sekolah, dan pasar tetap berkomitmen mengintervensi keamanan pangan (mengimbaskan), sehingga masyarakat mengonsumsi makanan sehat.






