Plt. Kepala BPBD Kota Jayapura, Gerardus Ikanubun, S.Pi., M.Si, menyampaikan sambutan pada pembentukan forum pengurangan risiko bencana. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).
• Membangun kesiapsiagaan bersama dan kolaborasi multisektor.
• Mendukung visi Pemerintah Kota Jayapura sebagai kota jasa yang berbudaya, religius, maju, mandiri, dan sejahtera.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura secara resmi membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).
Pembentukan forum ini berlangsung di Hotel Horison Kotaraja, Sabtu, 6 Desember 2025, yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan bencana.
Kegiatan ini melibatkan peserta dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perusahaan yang terlibat dalam Corporate Social Responsibility (CSR), relawan kebencanaan, dan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura.
Kasubid Kedaruratan BPBD Kota Jayapura sekaligus panitia kegiatan, Armando Laurenso Rumbekwan, S.STP., M.Sos, menjelaskan forum ini dirancang untuk membangun kesiapsiagaan bersama dalam penanganan bencana.
Selain itu, pembentukan FPRB ini bertujuan untuk membangun kolaborasi multisektor dalam menghadapi risiko bencana yang tinggi di Kota Jayapura, seperti banjir, tanah longsor, gempabumi, gelombang pasang, dan cuaca ekstrem.
“Kegiatan ini bertujuan agar Kota Jayapura menjadi kota yang tangguh bencana, sehingga keterlibatan berbagai sektor untuk mengurangi risiko bencana yang sering mengancam keselamatan masyarakat sangat penting,” ujar Rumbekwan.
Rumbekwan berharap, FPRB dapat menjadi motor penggerak dalam mengintegrasikan upaya pencegahan bencana ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, sehingga risiko bencana dapat diminimalisir agar Kota Jayapura lebih siap menghadapi tantangan alam di masa depan.
Plt. Kepala BPBD Kota Jayapura, Gerardus Ikanubun, S.Pi., M.Si mewakili Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.H, mengatakan Kota Jayapura merupakan wilayah dengan kerawanan bencana yang cukup tinggi.
“Pengurangan risiko bencana bukan sekadar persoalan teknis, tetapi merupakan kewajiban moral dan tanggung jawab bersama untuk memastikan keberlanjutan kehidupan masyarakat di Tanah Port Numbay,” ujar Ikanubun.
Selain itu, apresiasi tinggi kepada BPBD Kota Jayapura atas langkah proaktif dalam membentuk FPRB sebagai wadah kolaborasi multi-pihak yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas sektor swasta, tokoh adat, serta relawan.
“Melalui FPRB, kita berharap terbangunnya ekosistem kebencanaan yang responsif dan berbasis masyarakat,” ujar Ikanubun.
Pembentukan forum ini sekaligus mendukung visi Pemerintah Kota Jayapura, yaitu “terwujudnya Kota Jayapura sebagai kota jasa yang berbudaya, religius, maju, mandiri, dan sejahtera menuju Jayapura Emas”.
Ikanubun menegaskan bahwa kehadiran FPRB bukan hanya formalitas, tetapi menjadi kolaborasi yang aktif, progresif, dan mampu menggerakkan semua lapisan masyarakat dalam budaya sadar bencana sehingga menjadi kota yang aman dan siap siaga.
Selain itu, pembentukan FPRB Kota Jayapura 2025 menandai langkah penting menuju kota yang lebih tangguh.
Serta, keterlibatan semua elemen masyarakat, forum ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang kuat untuk melindungi warga dari ancaman bencana.
“BPBD Kota Jayapura berkomitmen untuk terus memfasilitasi kegiatan-kegiatan serupa guna meningkatkan kapasitas daerah dalam menghadapi risiko bencana,” ujar Ikanubun.
(ldr)









