TIFAPOS.id – Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Jayapura, Papua, menggelar bimbingan teknis (bimtek) layanan administrasi kepegawaian paperless dan manajemen talenta.
Kegiatan ini berlangsung di aula BKPP Kota Jayapura, Selasa (25/3/2025), yang dihadiri oleh masing-masing perwakilan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkot Jayapura.
Kesempatan tersebut dihadiri oleh Kepala BKN RI, Prof. Dr. Zudan Arif Faktulloh, S.H., M.H serta Deputi BKN RI secara online.
Dalam sambutannya, BKN mendukung layanan administrasi kepegawaian berbasis paperless melalui aplikasi digital.
Ia menginstruksikan untuk menggunakan sistem elektronik dalam pengelolaan dokumen kepegawaian, seperti pengajuan kenaikan pangkat, cuti, dan pensiun.
Pasalnya, aplikasi ini memungkinkan ASN untuk menginput dan mengakses data secara online, mempercepat proses administrasi yang sebelumnya dilakukan secara manual.
Selain itu, proses pengajuan dokumen kini dapat dilakukan tanpa mencetak berkas, meningkatkan efisiensi dan mengurangi penggunaan kertas.
Ia juga mengatakan, BKN berupaya untuk mengintegrasikan semua data ASN dalam satu sistem, sehingga memudahkan pemutakhiran data dan monitoring.
“Proses administrasi menjadi lebih cepat dan mudah diakses, yang mendukung produktivitas pemerintah daerah,” ujar Zudan.
Selain itu, dengan digitalisasi, pengelolaan data menjadi lebih transparan dan akurat, membantu pengambilan keputusan yang lebih baik dalam manajemen kepegawaian.
“Ini merupakan bagian dari upaya besar untuk mewujudkan birokrasi yang lebih responsif dan efisien di Indonesia. BKPP Kota Jayapura harus full komitmen, kompetensi, dan jangan menyerah,” ujar Zudan.
Kepala BKPP Kota Jayapura, Dr. Robert Johan Betaubun, S.Pd., M.M, mengatakan layanan administrasi kepegawaian paperless meningkatkan efisiensi anggaran.
“Penerapan layanan administrasi kepegawaian paperless di berbagai mempercepat proses administrasi,” ujar Betaubun.
Ia juga mengatakan, pengurangan penggunaan kertas secara signifikan mengurangi biaya operasional, termasuk biaya pengiriman dokumen fisik.
Selain itu, proses administrasi yang sebelumnya memakan waktu kini dapat dilakukan secara online, mengurangi tumpukan dokumen dan mempercepat pengolahan data.
Dengan pelatihan dan penggunaan teknologi informasi, pegawai dapat lebih cepat beradaptasi dengan sistem baru, meningkatkan produktivitas mereka.
Mengurangi penggunaan kertas berkontribusi pada pelestarian lingkungan dengan mengurangi penebangan pohon.
Dokumen digital lebih aman dari kerusakan fisik dan dapat dilindungi dengan teknologi keamanan dan kerja jarak jauh dengan akses dokumen secara digital.






