Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, Hj. Ani Matdoan, S.Ag., M.M mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Klemens Taran, S.Ag menyampaikan sambutan pada kegiatan Tarhib Ramadan 1447 Hijriah, yang dirangkaikan dengan Tasyakuran Milad BKMT ke-45. (TIFAPOS/Istimewa)
Ringkasan Berita
• Penyambutan Ramadan 1447 Hijriah dan peringatan 45 tahun BKMT (berdiri 1981).
• Simbol persatuan umat Islam di Kota Jayapura, melebur perbedaan organisasi/latar belakang menjadi “satu barisan iman”.
• Tarhib Ramadan menandai ekspresi kesiapan spiritual, sosial, moral.
BADAN Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Papua, bersama BKMT Kota Jayapura dan BKMT dari lima distrik, menggelar kegiatan Tarhib Ramadan yang dirangkaikan dengan Tasyakuran Milad BKMT ke-45.
Acara ini berlangsung meriah di halaman Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kotaraja, Kota Jayapura, Senin, 16 Februari 2026, dihadiri oleh ratusan jamaah majelis taklim, tokoh agama, serta perwakilan organisasi perempuan.
Kegiatan ini tidak hanya menandai penyambutan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, tetapi juga memperingati perjalanan 45 tahun BKMT sejak berdirinya pada 1981.
Suasana keakraban terasa sejak pagi hari, ketika ratusan peserta mengenakan busana muslim terbaik berbaris rapat untuk mengikuti jalan sehat santai keliling kompleks LPTQ.
Acara ini menjadi simbol persatuan umat Islam di Kota Jayapura, yang meleburkan perbedaan latar belakang organisasi dan komunitas menjadi satu barisan iman.
Tarhib Ramadan, yang secara harfiah berarti “menyambut” Ramadan, bukan sekadar ritual tahunan, melainkan ekspresi kesiapan spiritual, sosial, dan moral umat Islam di daerah ini.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, Hj. Ani Matdoan, S.Ag., M.M mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Klemens Taran, S.Ag menekankan pentingnya Ramadan sebagai “madrasah peradaban”.
“Di dalamnya, kita dilatih menahan diri, memperkuat empati, memperbanyak ibadah, serta mempererat ukhuwah. Perbedaan latar belakang organisasi dan komunitas melebur menjadi satu barisan iman,” ujar Ani.
Ani menjelaskan majelis taklim memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang religius dan damai. Di tengah keberagaman budaya dan suku, semangat Ramadan diharapkan menjadi energi untuk memperkuat harmoni sosial dan menjaga kedamaian.
Kementerian Agama, lanjut Ani, terus mendorong penguatan moderasi beragama, pencegahan konflik sosial berdimensi keagamaan, serta penguatan peran penyuluh agama dan majelis taklim sebagai agen perdamaian.
“Ini adalah upaya bersama untuk memastikan Islam rahmatan lil ‘alamin berkembang di bumi Papua. Ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk mendukung kegiatan keagamaan, yang mendorong toleransi dan solidaritas dengan pluralitas etnis dan budaya,” ujar Ani.
Ketua BKMT Provinsi Papua, Nurlili Hatta, mengapresiasi partisipasi masyarakat dan para donatur yang mendukung terselenggaranya kegiatan.
Dikatakannya, Tarhib Ramadan telah menjadi agenda rutin yang mendapat sambutan luas dari masyarakat.
“BKMT hadir bukan hanya sebagai wadah pengajian, tetapi juga sebagai ruang dakwah, pendidikan, dan kegiatan sosial yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Nurlili.
BKMT, lanjut Nurlili, yang berdiri sejak 1981, kini memasuki usia ke-45 dan terus berkembang hingga menjangkau berbagai wilayah di Papua, dengan harapan momentum Ramadan semakin memperkuat kebersamaan umat dan meningkatkan kualitas ibadah.
Rangkaian acara diisi dengan berbagai kegiatan menarik, termasuk jalan sehat, silaturahmi antarjamaah, dan pembagian doorprize menarik dari para donatur.
Tak ketinggalan, tausiyah singkat tentang persiapan Ramadan disampaikan oleh para ulama lokal, diikuti doa bersama untuk kedamaian Papua. Kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat persaudaraan dan memperkuat syiar Islam yang damai di Tanah Papua.
Peserta Tarhib Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Siti dari Majelis Taklim Kotaraja mengaku terharu dengan acara tersebut.
“Acara ini menyatukan kami semua, dari berbagai distrik. Ramadan tahun ini terasa lebih spesial. Ini adalah langkah penting menuju masyarakat yang lebih harmonis, yaitu karakter dan solidaritas menjadi fondasi utama,” ujar Siti.
Siti juga menekankan pentingnya Ramadan sebagai waktu untuk introspeksi dan aksi sosial, seperti berbagi dengan yang kurang mampu dan memperkuat ikatan keluarga.
(lrm)








