Beranda / Ragam Berita / BKKBN Papua fokus pada pengembangan kualitas hidup masyarakat

BKKBN Papua fokus pada pengembangan kualitas hidup masyarakat

Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Papua Sarles Brabar, S.E., M.Si meninjau pelaksanaan Pelayanan KB di RS Lantamal X Jayapura. (TIFAPOS.id/La Ramah)

TIFAPOS.id – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Papua, memiliki fokus yang kuat pada pengembangan kualitas hidup masyarakat.

Fokus ini tercermin dalam berbagai program dan kegiatan yang mereka jalankan, yaitu terus berupaya meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi bagi seluruh masyarakat, termasuk keluarga berencana, kesehatan ibu dan anak, serta pencegahan penyakit menular seksual.

Tujuannya adalah untuk memastikan setiap individu dan keluarga dapat membuat keputusan yang tepat tentang kesehatan reproduksi mereka, serta memiliki akses terhadap layanan yang aman dan berkualitas.

BKKBN Papua juga mempromosikan nilai-nilai keluarga yang positif, seperti cinta, kasih sayang, harmoni, dan tanggung jawab.

Mereka juga memberikan edukasi dan pelatihan tentang pengasuhan anak, pengelolaan keuangan keluarga, serta pencegahan kekerasan dalam rumah tangga.

“Dengan memperkuat ketahanan keluarga, BKKBN berharap dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak dan kesejahteraan seluruh anggota keluarga,” ujar Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Papua Sarles Brabar, S.E., M.Si di Rumah Sakit Angkatan Laut, Lantamal X Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Rabu (26/2/2025).

Selain itu, BKKBN Papua mendorong keluarga untuk meningkatkan pendapatan mereka melalui berbagai kegiatan ekonomi produktif, seperti pelatihan keterampilan, pemberian modal usaha, dan pendampingan bisnis.

Mereka juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menciptakan peluang kerja dan meningkatkan akses keluarga terhadap sumber daya ekonomi guna mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Melalui berbagai program dan kegiatan tersebut, BKKBN berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Papua secara keseluruhan.

Ia juga mengatakan, BKKBN memiliki beragam program yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, seperti Program Keluarga Berencana (KB).

Program ini bertujuan untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta memberikan kesempatan kepada keluarga untuk merencanakan jumlah dan jarak kelahiran anak.

Diantaranya, menyediakan layanan kontrasepsi yang terjangkau dan berkualitas, konseling KB, peningkatan kesadaran masyarakat tentang manfaat KB.

Program ini dapat menurunkan angka kelahiran, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, memberikan kesempatan kepada perempuan untuk berpartisipasi dalam pendidikan dan pekerjaan.

Program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang kesehatan reproduksi, mencegah perilaku berisiko yang dapat menyebabkan kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual (IMS), dan HIV/AIDS.

Program Bina Keluarga Balita (BKB) untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam mengasuh dan mendidik anak usia 0-5 tahun, sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan tentang tumbuh kembang anak, pemberian stimulasi dini, pembentukan kelompok BKB di komunitas untuk meningkatkan kualitas pengasuhan anak, meningkatkan tumbuh kembang anak.

Selain itu, Program Bina Keluarga Remaja (BKR) untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam mendampingi dan membimbing remaja, sehingga remaja dapat tumbuh dan berkembang secara sehat dan bertanggung jawab.

Program Bina Keluarga Lansia (BKL) untuk meningkatkan kualitas hidup lansia, sehingga lansia dapat tetap sehat, aktif, produktif, dan mandiri di usia lanjut.

Program Peningkatan Kualitas Keluarga (PKK) untuk meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga melalui berbagai kegiatan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan.

“Program-program BKKBN ini saling terkait dan terintegrasi, serta dilaksanakan secara berkesinambungan untuk mencapai tujuan pembangunan nasional, yaitu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Papua,” ujar Brabar.

Ia juga menekankan bahwa BKKBN Papua juga fokus pada pengembangan kualitas hidup masyarakat, termasuk peningkatan akses ke layanan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi

BKKBN menggunakan berbagai indikator dan metode untuk mengukur kualitas hidup masyarakat.

Pengukuran ini penting untuk memantau kemajuan program-program yang mereka jalankan dan untuk mengidentifikasi area-area yang memerlukan perhatian lebih.

Cara BKKBN mengukur kualitas hidup masyarakat, yaitu mengukur rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang wanita selama masa reproduksinya.

Penurunan TFR menunjukkan keberhasilan program KB dan berdampak pada peningkatan kualitas hidup karena keluarga dapat lebih fokus pada pendidikan dan kesehatan anak.

Angka Penggunaan Kontrasepsi (Contraceptive Prevalence Rate/CPR), yaitu mengukur persentase wanita usia subur yang menggunakan alat kontrasepsi.

Peningkatan CPR menunjukkan akses yang lebih baik terhadap layanan KB dan kesadaran yang lebih tinggi tentang manfaatnya.

Angka Kematian Ibu (Maternal Mortality Rate/MMR), yaitu mengukur jumlah kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup.

Penurunan MMR menunjukkan peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan berdampak pada peningkatan kualitas hidup keluarga.

Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate/IMR), mengukur jumlah kematian bayi usia di bawah satu tahun per 1.000 kelahiran hidup.

Penurunan IMR menunjukkan peningkatan kualitas layanan kesehatan anak dan berdampak pada peningkatan kualitas hidup keluarga.

Selain itu, mengukur persentase anak usia di bawah lima tahun yang memiliki tinggi badan di bawah standar usia mereka. Penurunan prevalensi stunting menunjukkan peningkatan kualitas gizi dan kesehatan anak.

Serta, mengukur persentase anak usia di bawah lima tahun yang memiliki berat badan di bawah standar usia mereka. Penurunan prevalensi gizi kurang menunjukkan peningkatan kualitas gizi anak.

Persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak. Peningkatan akses terhadap air bersih dan sanitasi berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat dan penurunan risiko penyakit.

Mengukur rata-rata pendapatan yang diterima oleh setiap penduduk dalam suatu wilayah. Peningkatan pendapatan per kapita menunjukkan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Mengukur persentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan. Penurunan tingkat kemiskinan menunjukkan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Mengukur capaian pembangunan manusia dalam tiga dimensi, yaitu kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Peningkatan IPM menunjukkan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

“BKKBN menggunakan data dan informasi yang diperoleh dari berbagai indikator, survei, dan penelitian ini untuk merumuskan kebijakan dan program yang lebih efektif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Brabar.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *