Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Papua Sarles Brabar, S.E., M.Si. (TIFAPOS.id/La Ramah)
TIFAPOS.id – Program Genting atau gerakan orang tua asuh cegah stunting (Genting), adalah inisiatif pemerintah Indonesia untuk mengurangi angka stunting pada anak.
Melalui program ini, individu dan organisasi berkontribusi dengan menyediakan makanan bergizi dan pemantauan kesehatan bagi anak-anak berisiko stunting.
Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Papua Sarles Brabar, S.E., M.Si, mengajak semua pihak agar memiliki kepedulian.
“Yang punya kelebihan membantu memberikan makanan bergizi bagi anak stunting. Program Genting ini sangat efektif,” ujar Brabar di Rumah Sakit Angkatan Laut, Lantamal X Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Rabu (26/2/2025).
Stunting adalah masalah serius yang dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia. Anak-anak yang mengalami stunting berpotensi memiliki perkembangan kognitif dan fisik yang terhambat, sehingga dapat memengaruhi produktivitas mereka di masa depan.
Gerakan orang tua asuh stunting menjadi penting karena melibatkan peran serta masyarakat.
Gerakan ini tidak hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga mengajak partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat, termasuk individu, organisasi, dan perusahaan.
Pendekatan yang personal menjadi orang tua asuh, individu atau kelompok dapat memberikan perhatian dan dukungan yang lebih personal kepada anak-anak stunting, termasuk pemenuhan gizi, pendidikan, dan kesehatan.
Mempercepat penurunan stunting dengan dukungan yang terarah dan berkelanjutan, diharapkan pertumbuhan dan perkembangan anak-anak stunting dapat diperbaiki, sehingga mempercepat penurunan angka stunting secara nasional.
Ada berbagai cara untuk berpartisipasi dalam gerakan orang tua asuh stunting, yaitu memberikan bantuan gizi dengan menyediakan makanan bergizi tambahan, susu, atau suplemen yang dibutuhkan oleh anak stunting.
Memfasilitasi akses kesehatan dengan membantu anak stunting mendapatkan pemeriksaan kesehatan rutin, imunisasi, dan pengobatan yang diperlukan.
Mendukung pendidikan dengan memberikan bantuan berupa perlengkapan sekolah, biaya les, atau dukungan belajar lainnya.
Memberikan pendampingan dengan meluangkan waktu untuk bermain, belajar, dan memberikan dukungan emosional kepada anak stunting.
Serta, memberikan donasi berupa uang atau barang yang akan digunakan untuk mendukung program penanggulangan stunting.
“BKKBN memainkan peran penting dalam mendukung gerakan orang tua asuh stunting di Indonesia khususnya di Papua,” ujar Brabar.
Ia juga mengatakan, BKKBN mendukung penurunan angka stunting yaitu aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, organisasi masyarakat, sektor swasta, dan media, untuk menyosialisasikan pentingnya gerakan orang tua asuh stunting.
BKKBN membantu mengidentifikasi dan mendata anak-anak yang mengalami stunting di berbagai daerah. Data ini penting untuk memastikan bahwa bantuan dan dukungan dari program orang tua asuh stunting tepat sasaran.
Menyediakan informasi dan edukasi tentang gizi, kesehatan, dan pola asuh yang baik kepada calon orang tua asuh dan masyarakat umum. Mereka mengembangkan materi edukasi, seperti buku, brosur, dan video, yang dapat diakses oleh siapa saja.
Menyelenggarakan pelatihan bagi para relawan dan petugas lapangan yang akan terlibat dalam program orang tua asuh stunting.
Pelatihan ini bertujuan untuk membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk memberikan pendampingan yang efektif kepada anak-anak stunting dan keluarga mereka.
BKKBN juga memfasilitasi pertemuan dan koordinasi antara orang tua asuh, keluarga anak stunting, dan pihak-pihak terkait lainnya.
Mereka juga melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program orang tua asuh stunting untuk memastikan bahwa program berjalan sesuai dengan rencana dan mencapai tujuan yang diharapkan.
Selain itu, BKKBN menjalin kemitraan dengan berbagai organisasi dan perusahaan untuk mendukung gerakan orang tua asuh stunting.
Kemitraan ini dapat berupa dukungan finansial, penyediaan sumber daya, atau keterlibatan dalam kegiatan-kegiatan sosial yang terkait dengan penanggulangan stunting.
Aktif melakukan advokasi kepada pemerintah daerah dan pusat untuk meningkatkan anggaran dan dukungan kebijakan untuk program penanggulangan stunting, termasuk gerakan orang tua asuh stunting.
“Dengan dukungan yang komprehensif dari BKKBN, diharapkan gerakan orang tua asuh stunting dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif yang signifikan dalam upaya menurunkan angka stunting,” ujar Brabar.
Brabar menjelaskan, cara bergabung dalam program Genting, yaitu dengan menghubungi BKKBN atau lembaga-lembaga yang bergerak di bidang kesehatan dan sosial.
Selain itu, mencari informasi lebih lanjut melalui website atau media sosial resmi BKKBN.
“Data (stunting) fluktuatif. Data terakhir stunting di Papua sebanyak 3 ribu anak. Keluarga risiko stunting (KRS) lebih tinggi,” ujar Brabar.
Brabar menambahkan, dengan berpartisipasi dalam gerakan orang tua asuh stunting, dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup anak-anak Indonesia dan membantu mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.






