Peresmian kegiatan Bimtek perlindungan arsip dengan menabuh Tifa (alat musik tradisional). (TIFAPOS.id/La Ramah)
TIFAPOS.id – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah menggelar bimbingan teknis (Bimtek) perlindungan dan penyelamatan arsip.
Bimtek ini berlangsung di Grand Abe Hotel Jayapura, Kota Jayapura, selama dua hari dari 13 s.d 14 Maret 2025, yang dihadiri oleh aparat kelurahan, kampung, perwakilan SMA, dan SMK.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Jayapura, Septinus Ireeuw, S.Sos, mengatakan demi terwujudnya kota jasa yang berbudaya, religius, maju, mandiri, dan sejahtera menuju Jayapura Emas.
Ia juga mengatakan, untuk mewujudkannya maka salah satu barometernya adalah terwujudnya kota cerdas.
Bimtek untuk mendorong terlaksananya arsip secara digital sekaligus menjadi petunjuk dan acuan bagi instansi pemerintah dalam mengelola, melindungi.
Mengamankan, menyelamatkan, dan memulihkan arsip vital dari kemungkinan kerusakan, kehilangan, dan kemusnahan yang disebabkan oleh faktor bencana.
“Kegiatan ini bertujuan agar tertatanya pengelolaan dan penataan arsip aktif yang menghasilkan fisik arsip yang benar sekaligus memudahkan saat mencarinya kembali,” ujar Ireeuw.

Kabid Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Jayapura, Ana Sabami, S.H, mengatakan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam pengelolaan arsip.
Ia juga mengatakan, arsip memiliki nilai sejarah dan administratif yang penting bagi tata kelola pemerintahan. Oleh karena itu, perlindungan arsip menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga integritas data pemerintahan.
Materi yang disampaikan mencakup teknik penyelamatan arsip serta penggunaan instrumen kearsipan sesuai peraturan yang berlaku.
“Diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kompetensi aparatur pemerintah dalam mengelola arsip secara profesional dan sesuai standar, sehingga mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan,” ujar Sabami.
Asisten II Ir. B. Widhi Hartanti mewakili Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.H, menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai instansi dan lembaga pendidikan dalam penataan arsip.
“Dengan bekerja sama kita dapat berbagi sumber daya, pengalaman serta praktik terbaik dalam pengelolaan arsip, sehingga mampu mengembangkan sistem informasi yang lebih komprehensif,” ujar Widhi.






