Beranda / Ragam Berita / Bimtek pengelolaan dan pengembangan bahan perpustakaan sekolah

Bimtek pengelolaan dan pengembangan bahan perpustakaan sekolah

Staf Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Jayapura membimbing peserta bimtek pengelolaan dan pengembangan bahan perpustakaan sekolah. (TIFAPOS/La Ramah)

TIFAPOS.id Sebanyak 23 pengelola perpustakaan tingkat SD/MI, SMP, SMA/SMK di Kota Jayapura mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) pengelolaan dan pengembangan bahan perpustakaan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Fox Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Rabu (11/6/2025), dengan narasumber pustakawan profesional.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Jayapura, Septinus Ireeuw, S.Sos mengatakan, fokus kegiatan pada peningkatan kompetensi pengelola perpustakaan sekolah, agar perpustakaan dapat mendukung literasi siswa secara optimal.

Selain itu, pengelola perpustakaan dapat memanajemen perpustakaan sesuai Standar Nasional Perpustakaan (SNP), pelayanan perpustakaan dan promosi inovasi, dan pengembangan koleksi dan pengelolaan bahan pustaka digital.

Membekali pengelola perpustakaan dengan keterampilan menggunakan aplikasi otomasi perpustakaan seperti INLISLite (Integrated Library System), sehingga pengelolaan data bahan pustaka menjadi lebih terstruktur dan mudah diakses secara digital.

Meningkatkan efisiensi operasional perpustakaan melalui pengelolaan informasi yang akurat dan cepat, memudahkan pencarian dan peminjaman bahan pustaka oleh pengguna.

Membantu pengelola perpustakaan melakukan pencatatan, klasifikasi, dan inventarisasi bahan pustaka secara sistematis, sehingga koleksi perpustakaan lebih mudah ditemukan dan dikelola.

Memperluas akses informasi dengan menyediakan platform digital yang memungkinkan pengguna mengakses katalog dan bahan pustaka secara online, tanpa harus datang langsung ke perpustakaan.

Mengurangi waktu dan tenaga dalam pengelolaan perpustakaan, sehingga pustakawan dapat fokus meningkatkan layanan dan promosi perpustakaan.

“Kegiatan ini mendukung terciptanya perpustakaan yang terkelola dengan baik, efisien, dan mudah diakses oleh siswa sesuai standar nasional perpustakaan,” ujar Ireeuw.

Staf Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Jayapura membimbing peserta bimtek pengelolaan dan pengembangan bahan perpustakaan sekolah. (TIFAPOS/La Ramah)

Dia juga mengatakan, standar nasional penting untuk memastikan kualitas pengelolaan bahan pustaka untuk menetapkan kriteria yang harus dipenuhi perpustakaan dalam manajemen, koleksi, fasilitas, dan pelayanan, sehingga perpustakaan dapat memberikan layanan yang berkualitas dan konsisten kepada pengguna.

Dengan standar, perpustakaan terdorong untuk terus meningkatkan koleksi, teknologi, dan layanan agar tetap relevan dan kompetitif di era digital.

Standar seperti SNI ISO 9707:2008 memberikan panduan perlindungan bahan pustaka agar koleksi tetap terjaga dan dapat digunakan jangka panjang.

Akreditasi berdasarkan standar nasional memberikan jaminan kualitas kepada masyarakat dan pengakuan resmi dari pemerintah yang dapat mendukung pendanaan dan kerja sama.

Standar membantu perpustakaan menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan koleksi dan layanan sehingga operasional menjadi lebih efisien dan hasilnya konsisten di berbagai perpustakaan.

“Standar nasional menjadi landasan penting untuk menjaga kualitas, keberlanjutan, dan profesionalisme pengelolaan bahan pustaka di perpustakaan,” ujar Ireeuw.

Staf Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Jayapura membimbing peserta bimtek pengelolaan dan pengembangan bahan perpustakaan sekolah. (TIFAPOS/La Ramah)

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Jayapura, Erix Merauje berharap, kegiatan tersebut dapat meningkatkan kemampuan teknis pustakawan dan pengelola perpustakaan sekolah dalam mengelola koleksi bahan perpustakaan secara efektif dan efisien.

Mendorong pengembangan koleksi bahan perpustakaan yang sesuai dengan kurikulum dan kebutuhan pembelajaran di masing-masing jenjang pendidikan.

Mengoptimalkan layanan perpustakaan agar lebih menarik dan mudah diakses oleh siswa dan guru, misalnya dengan sistem peminjaman yang terintegrasi dan ramah pengguna, sehingga meningkatkan minat baca dan kemampuan mencari informasi siswa.

Selain itu, siswa dapat memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar yang mendukung pengembangan karakter dan kreativitas siswa.

“Setelah kegiatan ini, kami berikan dukungan berkelanjutan berupa pendampingan teknis dan monitoring pasca untuk memastikan penerapan ilmu yang didapat,” ujar Merauje.

Selain itu, menyediakan akses ke sumber daya dan teknologi terbaru untuk pengelolaan perpustakaan yang modern, dan mendorong terbentuknya jejaring perpustakaan antar sekolah untuk berbagi sumber daya dan pengalaman.

Meningkatkan koordinasi antara dinas perpustakaan, dinas pendidikan, dan pihak terkait lainnya dalam pengembangan perpustakaan sekolah.

“Bimtek pengelolaan dan pengembangan bahan perpustakaan dapat menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas perpustakaan sekolah yang berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan,” ujar Merauje

Salah satu narasumber Pustakawan Madya pada Dinas Arsip dan Perpustakaan Provinsi Papua, Paiman Sulaiman, S.Kom membimbing peserta bimtek pengelolaan dan pengembangan bahan perpustakaan sekolah. (TIFAPOS/La Ramah)

Salah satu narasumber Pustakawan Madya pada Dinas Arsip dan Perpustakaan Provinsi Papua, Paiman Sulaiman, S.Kom mengatakan, membantu pengelola perpustakaan mengatasi masalah teknis operasional, memperbaiki kinerja, dan meningkatkan kepercayaan diri pustakawan dalam memberikan layanan yang lebih efektif dan efisien.

Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi dalam perpustakaan digital dapat meningkatkan citra dan kinerja perpustakaan secara keseluruhan.

Otomatisasi proses peminjaman, pengembalian, pencarian koleksi, dan pemantauan stok buku mengurangi beban kerja manual, mempercepat layanan, dan mengurangi kesalahan pencatatan.

Koleksi digital dan sistem peminjaman online memungkinkan pengguna mengakses bahan pustaka kapan saja dan dari mana saja tanpa harus datang langsung ke perpustakaan.

Teknologi dapat meningkatkan keamanan, akurasi, dan transparansi transaksi peminjaman, mengurangi risiko manipulasi data.

Kemudahan akses dan layanan yang lebih cepat meningkatkan pengalaman dan kepuasan pengguna perpustakaan khususnya di lingkungan sekolah.

Serta, pelatihan teknologi meningkatkan keterampilan pustakawan sehingga mereka dapat mengelola perpustakaan secara lebih profesional dan responsif terhadap kebutuhan pengguna.

Digitalisasi mengurangi biaya cetak dan distribusi bahan pustaka fisik serta penggunaan energi dan ruang penyimpanan, dan data analitik dari sistem digital membantu perpustakaan menyesuaikan koleksi dengan kebutuhan pengguna dan tren pembelajaran.

“Penerapan teknologi membawa perpustakaan ke era digital yang lebih efisien, responsif, dan berkelanjutan dalam jangka panjang,” ujar Sulaiman.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *