Beranda / Ragam Berita / BBKSDA Papua: Cagar alam Cycloop perlu dijaga dan dilestarikan

BBKSDA Papua: Cagar alam Cycloop perlu dijaga dan dilestarikan

Kabag TU BBKSDA Papua, Amin Suprajitno, S.Hut., M.P. (TIFAPOS.id/La Ramah)

TIFAPOS.id – Kabag TU Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua, Amin Suprajitno, S.Hut., M.P, mengatakan cagar alam Cycloop perlu dijaga dan dilestarikan.

“Tujuannya untuk melindungi flora dan fauna, menjaga kesuburan tanah, dan meningkatkan keanekaragaman hayati,” ujar Amin di lokasi Venue Dayung Teluk Youtefa, Kota Jayapura, Jumat (21/2/2025).

Ia juga mengatakan untuk melestarikan cagar alam Cycloop secara efektif, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi.

Memperbarui rencana pengelolaan cagar alam secara berkala dengan melibatkan ahli lingkungan, masyarakat adat, dan pihak terkait lainnya.

Tingkatkan patroli rutin dan penindakan hukum terhadap pelaku ilegal seperti penebang liar, pemburu, penambang ilegal, dan perambah hutan.

Kerja sama tersebut dengan kepolisian dan kejaksaan sangat penting untuk memastikan pelaku diproses secara hukum dan memberikan efek jera.

Ia juga mengatakan, BBKSDA Papua juga memberikan pelatihan dan peralatan yang memadai kepada petugas pengelola cagar alam agar mereka mampu melaksanakan tugas dengan efektif.

Melibatkan masyarakat adat dan masyarakat sekitar cagar alam dalam setiap proses pengambilan keputusan terkait pengelolaan, seperti membentuk forum atau kelompok polisi hutan untuk melakukan kegiatan preventif.

Selain itu, membantu masyarakat mengembangkan sumber-sumber ekonomi alternatif yang tidak merusak lingkungan, seperti pertanian organik, kerajinan tangan, atau ekowisata berbasis masyarakat.

Serta, memberikan pelatihan, pendampingan, penyuluhan, dan akses permodalan untuk mendukung usaha mereka.

BBKSDA Papua juga melakukan inventarisasi secara berkala, penelitian ekologi, sistem peringatan dini, konservasi tanah dan air, dan kemitraan multistakeholder di cagar alam Cycloop.

“Reboisasi dan pemetaan open area untuk memetakan kawasan yang sudah rusak akibat aktivitas seperti perkebunan dan permukiman,” ujar Amin.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *