Beranda / Ragam Berita / Balai Bahasa Papua latih guru utama revitalisasi bahasa Tobati

Balai Bahasa Papua latih guru utama revitalisasi bahasa Tobati

Kepala Balai Bahasa Papua Sukardi Gau bersama kolega. (TIFAPOS/Ramah)

TIFAPOS.id – Balai Bahasa Papua menggelar bimbingan teknis guru utama revitalisasi bahasa Tobati untuk tunas bahasa ibu di Kota Jayapura 2024.

Kegiatan itu berlangsung di Hotel Suni Abepura, Kota Jayapura, Papua dari tanggal 24 s.d 27 Juni 2024, diikuti 52 peserta terdiri dari guru SD, SMP, pengawas pendidikan, kepala sekolah, tokoh masyarakat, pegiat bahasa, dan tokoh adat dari Kampung Enggros dan Tobati.

“Setelah bimtek ini kami monitoring agar implementasinya berjalan baik. Kami berharap peserta bimtek ini, mengimbaskan kepada masyarakat dan lingkungan sekolah,” ujar Koordinator KKLP Molinbastra, Anton Maturbongs.

Revitalisasi bahasa daerah dilakukan mengingat para penutur jati bahasa banyak yang tidak lagi menggunakan dan mewariskan bahasa ke generasi, sehingga khazanah kekayaan budaya, pemikiran, dan pengetahuan akan bahasa daerah terancam punah.

Guna mengatasi hal itu, Balai Bahasa Papua sebagai kepanjangan tangan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi memiliki kewajiban dalam pelindungan dan pelestarian bahasa daerah.

Bimbingan teknis dalam rangka implementasi program Merdeka Belajar Episode ke-17 bahasa daerah yang dinamis, adaptif, regenerasi, dan merdeka berkreasi dalam penggunaan bahasanya.

Kepala Balai Bahasa Papua bersama kolega saat berfoto bersama. (TIFAPOS/Ramah)

Tahun 2024 merupakan tahun ketiga atau terakhir bagi Balai Bahasa Papua mengadakan bimtek guru utama revitalisasi bahasa daerah (Bahasa Tobati), selebihnya dikembalikan ke pemerintah daerah agar berupaya menambah jumlah penutur aktif melalui pembinaan.

“Pelestarian bahasa merupakan tanggung jawab kita semua. Bahasa daerah adalah jati diri dan budaya lokal, harus dijaga dan dilindungi. Apa yang kita lakukan ini mendapat berkah dari Tuhan,” ujar Kepala Balai Bahasa Papua, Sukardi Gau.

Revitalisasi bahasa membutuhkan keterlibatan berbagai tingkatan masyarakat dan pendekatan yang komprehensif, keterlibatan komunitas lokal, kebijakan pemerintah daerah dan dukungan masyarakat adat.

Tiga tahun melatih guru utama bahasa Tobati di Kota Jayapura, keterlibatan masyarakat sangat signifikan. Hal itu dibuktikan dengan intensitas berbagai kegiatan yang dilakukan, seperti lomba bercerita budaya, menyanyi, pidato yang menggunakan bahasa daerah.

Tujuan akhir dari revitalisasi bahasa daerah agar penutur muda menjadi penutur aktif sehingga menjamin hak masyarakat adat dalam melestarikan dan merevitalisasi.

Asisten I Setda Kota Jayapura Evert Nicholas Merauje berharap bimtek guru utama revitalisasi bahasa daerah menjadi sarana dan elemen penting untuk menggerakkan pembangunan bidang pendidikan dan kebudayaan.

“Revitalisasi bahasa daerah menjadi strategi kebudayaan untuk memajukan bangsa serta menjadikan masyarakat pada masa lampau, masa kini, dan masa mendatang memgenal budaya dan bahasa daerahnya.

Tag: