Personel Polresta Jayapura Kota foto dengan murid Sekolah Menengah Atas. (TIFAPOS/Istimewa)
Ringkasan Berita
• Untuk menjaring bakat muda terbaik. Pendaftaran online via situs resmi Polri mulai Maret 2026.
• Persyaratan umum, yaitu usia 18-22 tahun, tinggi badan min. 165 cm (pria)/160 cm (wanita), nilai rapor min. 75.
• Proses rekrutmen gratis, waspada penipuan calo yang minta uang/barang, laporkan ke Polresta Jayapura.
BAGIAN Sumber Daya Manusia (SDM) Polresta Jayapura Kota gencar menjaring bakat muda terbaik melalui sosialisasi penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026, Jumat, 27 Februari 2026.
Dalam rilis resmi Humas Polresta Jayapura Kota, Minggu, 1 Maret 2026, disebutkan kegiatan ini dipimpin langsung Kepala Bagian SDM AKP Suhardi Syahailatua, S.Sos.
AKP Suhardi didampingi lima personel Bag SDM bersama Kanit Binmas Polsek Heram Aiptu Djufri, S.H, sosialisasi berlangsung di SMA Negeri 7 Jayapura dan SMAK Taruna Bhakti, dengan jumlah murid 150 orang.
Kesempatan tersebut, murid disuguhkan pemutaran film motivasi “Masa Tak Bertepi” yang menceritakan perjuangan calon anggota Polri. Film ini membuka mata mereka akan tantangan dan kebanggaan mengenakan seragam polisi.
Selanjutnya, tim Polresta menjelaskan secara rinci jalur penerimaan Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, dan Tamtama.
Materi mencakup persyaratan umum seperti batas usia 18-22 tahun, tinggi badan minimal 165 cm untuk pria dan 160 cm untuk wanita, standar nilai rapor minimal 75.
Serta, tata cara pendaftaran online via situs resmi Polri mulai Maret 2026. Prinsip utama yang ditekankan adalah BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).
“Proses rekrutmen Polri Tahun 2026 sepenuhnya gratis, tidak ada pungutan biaya apapun. Jika ada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang atau barang, itu penipuan. Laporkan segera ke Polresta Jayapura,” ujar AKP Suhardi mewakili Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR.
AKP Suhardi juga mengajak murid mempersiapkan diri sejak dini dan bersaing lewat kemampuan sendiri, seperti rajin belajar, jaga kesehatan, latih fisik, dan tidak tergiur calo.
Pesan ini sejalan dengan komitmen Polri nasional untuk rekrutmen adil, terutama di daerah perbatasan seperti Papua yang kaya potensi SDM muda.
Kegiatan ini bagian dari program Polri nasional untuk tingkatkan kualitas personel. Melalui inisiatif ini, Polresta Jayapura berharap lahir generasi polisi asli Papua yang profesional, siap jaga keamanan wilayah.
“Sosialisasi akan dilanjutkan ke sekolah lain, sehingga semakin banyak generasi muda Kota Jayapura termotivasi mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui institusi Polri,” ujar AKP Suhardi.
Antusiasme murid terlihat jelas. Di SMAK Taruna Bhakti, banyak murid berebut bertanya soal tes kesehatan dan psikotes.
“Saya termotivasi banget setelah nonton filmnya. Ingin banget jadi polisi untuk layani masyarakat Jayapura,” ujar salah satu murid kelas XII, Rina (17), yang bercita-cita masuk Akpol.
Di SMA N 7, murid lain seperti Andreas (18) menambahkan, akhirnya memahami cara mendaftar untuk menjadi anggota polisi. “Gratis ya, Pak? Mantap!”.
(lrm/subhan)






