Beranda / Ragam Berita / Asesmen sumatif menjadi modal pengembangan belajar berkelanjutan

Asesmen sumatif menjadi modal pengembangan belajar berkelanjutan

Kepala SMP Negeri 2 Jayapura, Dorthea Carolien Enok, S.Pd saat meninjau pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Jenjang SMP Tahun Pelajaran 2024/2025. TIFAPOS/La Ramah)

TIFAPOS.id – Asesmen sumatif berperan sebagai modal penting dalam pengembangan belajar peserta didik karena berfungsi untuk mengukur pencapaian hasil belajar secara menyeluruh setelah proses pembelajaran selesai.

Asesmen ini memberikan data yang valid tentang kemampuan dan pemahaman peserta didik terhadap tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Fungsi utama asesmen sumatif sebagai alat ukur pencapaian hasil belajar peserta didik dalam satu atau lebih tujuan pembelajaran pada periode tertentu.

Memberikan nilai capaian hasil belajar yang dapat dibandingkan dengan kriteria yang sudah ditetapkan. Menjadi dasar untuk menentukan kelanjutan proses belajar, seperti kenaikan kelas atau kelulusan.

Selain itu, hasil asesmen sumatif juga memberikan umpan balik yang berharga bagi guru untuk mengevaluasi efektivitas metode pengajaran dan merancang strategi pembelajaran berikutnya, sehingga proses belajar peserta didik dapat terus
dikembangkan dan diperbaiki.

“Asesmen sumatif tidak hanya berfungsi sebagai evaluasi akhir, tetapi juga sebagai modal penting untuk memantau, mengidentifikasi, dan meningkatkan kualitas pembelajaran peserta didik secara berkelanjutan,” ujar Kepala SMP Negeri 2 Jayapura, Dorthea Carolien Enok, S.Pd, Kami (24/4/2025).

Ia juga mengatakan, untuk mengukur kemampuan siswa melalui asesmen sumatif, yaitu menggunakan teknik penilaian seperti tes tertulis (pilihan ganda, esai), tes lisan, proyek, presentasi, produk karya siswa, atau portofolio untuk mengukur berbagai aspek kemampuan siswa secara menyeluruh.

Merancang instrumen asesmen berdasarkan tujuan pembelajaran yang jelas dan spesifik agar kompetensi yang ingin diukur dapat teridentifikasi dengan tepat.

Mengombinasikan teknik penilaian agar hasil yang diperoleh mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa, misalnya melalui tes tertulis, diskusi, wawancara, dan penilaian produk atau performa.

Membandingkan hasil asesmen dengan kriteria pencapaian yang telah ditetapkan untuk menentukan tingkat penguasaan materi dan kemampuan siswa.

Gunakan hasil asesmen sumatif sebagai umpan balik untuk siswa, guru, dan pihak akademik dalam mengevaluasi keberhasilan pembelajaran serta merencanakan tindak lanjut pembelajaran berikutnya.

“Asesmen sumatif memberikan gambaran menyeluruh tentang kemampuan dan pemahaman siswa setelah suatu periode pembelajaran selesai, sekaligus menjadi dasar pengambilan keputusan terkait kelanjutan proses belajar siswa,” ujar Enok.

Kepala SMP Negeri 2 Jayapura, Dorthea Carolien Enok, S.Pd. (TIFAPOS/La Ramah)

Ia juga menjelaskan, asesmen sumatif dalam menentukan keberhasilan pembelajaran sangat krusial karena berfungsi sebagai alat evaluasi akhir untuk mengukur sejauh mana siswa telah mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan.

Melalui asesmen ini, guru mendapatkan gambaran komprehensif tentang penguasaan materi dan keterampilan siswa setelah proses pembelajaran selesai.

sumatif juga menjadi dasar pengambilan keputusan akademik, seperti penentuan kenaikan kelas, kelulusan, pemberian nilai akhir, dan rekomendasi program remedial atau pengayaan.

Selain itu, hasil asesmen sumatif memberikan umpan balik penting bagi guru untuk mengevaluasi efektivitas metode pengajaran, mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki, dan merancang strategi pembelajaran berikutnya.

Lebih jauh, asesmen sumatif berperan dalam penjaminan mutu pendidikan dengan menyediakan data untuk standarisasi kualitas pendidikan, akuntabilitas institusi, serta evaluasi dan pengembangan kurikulum.

Dengan demikian, asesmen sumatif tidak hanya mengukur keberhasilan belajar siswa secara individual, tetapi juga membantu meningkatkan kualitas pembelajaran secara keseluruhan.

“Asesmen sumatif mengukur pencapaian kompetensi siswa secara menyeluruh, menjadi dasar keputusan akademik penting, memberikan data evaluasi untuk perbaikan pengajaran dan kurikulum, dan mendukung penjaminan mutu pendidikan secara sistemik,” ujar Enok.

Kesempatan tersebut, dikatakan Enok, sebanyak 390 peserta didik kelas IX mengikuti Asesmen Sumatif Akhir Jenjang Tahun Pelajaran 2024/2025 selama lima dari dari 24-30 April 2025, yang dibagi ke 19 ruang ujian.

Peserta wajib mengikuti semua mata pelajaran yang diujikan dan mematuhi tata tertib ujian yang berlaku. Ada 10 mata pelajaran yang diujikan, diantaranya Bahasa Indonesia, Agama, Matematika, PKn, Bahasa Inggris, IPA, IPS, Seni Budaya dan Prakarya, TIK, dan PJOK.

“Harapan kami berjalan lancar dan peserta didik mengikuti ujian dengan baik. Jumlah soal 40-50 dari materi kelas 7 s.d 9. Sudah tiga tahun berturut-turut kami menggunakan sistem CBT,” ujar Enok.

Ia juga mengatakan keamanan ujian CBT sangat terjangkau, yakni peserta didik tidak bisa membuka aplikasi lain karena menggunakan sistem ‘Anti Nyonyek’, maka secara otomatis langsung log out dari aplikasi ujian.

Keuntungan lainnya, menggunakan CBT dibandingkan metode penilaian tradisional, yaitu akurasi dan objektivitas penilaian yang tinggi karena jawaban dinilai otomatis oleh perangkat lunak, mengurangi kesalahan dan bias manusia.

Efisiensi administrasi yang lebih baik, mempercepat proses pengumpulan, koreksi, dan pelaporan hasil tes. Umpan balik instan kepada peserta, memungkinkan mereka segera mengetahui hasil dan area yang perlu diperbaiki.

Penghematan biaya dan sumber daya karena tidak memerlukan kertas, pensil, dan tenaga pengoreksi manual. Pengawasan yang lebih efektif dengan fitur keamanan digital untuk mencegah kecurangan.

Fleksibilitas dan aksesibilitas yang memungkinkan tes dilakukan kapan saja dan di mana saja dengan perangkat dan koneksi internet. Analisis data yang mendalam untuk mengidentifikasi kelemahan peserta dan mendukung pembelajaran yang lebih tertarget.

Lingkungan belajar yang lebih modern dan interaktif, memperkenalkan teknologi sejak dini dan meningkatkan motivasi siswa. CBT menawarkan penilaian yang lebih akurat, cepat, efisien, dan adaptif dibandingkan metode tradisional berbasis kertas.

“Saya berharap peserta didik kami mendapatkan hasil ujian yang maksimal sehingga tidak menghambat mereka untuk melanjutkan ke jenjang SMA. Saya berharap mereka mengikuti ujian sampai akhir tanpa ada hambatan,” ujar Enok.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *