Kepala SMPN 1 Jayapura, Purnama Sinaga, S.Pd., M.M.Pd saat memantau pelaksanaan asesmen sumatif akhir tahun pelajaran 2024/2025. (TIFAPOS/La Ramah)
TIFAPOS.id – Asesmen Sumatif Akhir Jenjang SMP dengan CBT merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan melalui penilaian yang terstandarisasi dan terintegrasi secara teknologi.
Asesmen Sumatif Akhir Jenjang SMP menggunakan Computer Based Test (CBT) adalah penilaian hasil belajar yang dilaksanakan secara daring dengan aplikasi CBT yang bisa diakses melalui komputer, laptop, atau perangkat Android.
Pelaksanaan CBT ini bertujuan untuk membuat proses ujian lebih efektif, efisien, dan meminimalkan potensi kecurangan siswa. Soal ujian disiapkan secara digital sehingga tidak perlu dicetak, dan hasil penilaian bisa diperoleh lebih cepat dan akurat.
Peserta khususnya kelas IX atau kelas 3 SMP wajib mengikuti semua mata pelajaran yang diujikan dan mematuhi tata tertib ujian yang berlaku. Ada 10 mata pelajaran yang diujikan, diantaranya Bahasa Indonesia, Agama, Matematika, PKn, Bahasa Inggris, IPA, IPS, Seni Budaya dan Prakarya, TIK, dan PJOK.
Salah satunya di SMPN 1 Jayapura, Kota Jayapura, Papua, telah melaksanakan asesmen ini dengan menggunakan aplikasi CBT berbasis Android atau platform khusus sekolah, serta menyediakan jaringan wifi di ruang ujian untuk mendukung kelancaran tes.
Sebanyak 372 peserta didik kelas IX mengikuti Asesmen Sumatif Akhir Jenjang Tahun Pelajaran 2024/2025 selama lima dari dari 24-30 April 2025 dengan tema ‘jujur dan berintegritas’, yang dibagi ke 19 ruang ujian.
“Harapan kami berjalan lancar dan peserta didik mengikuti ujian dengan baik. Jumlah soal 40-50 dari materi kelas 7 s.d 9. Tahun depan guru lebih fokus penguatan pada materi asesmen yang akan diujikan,” ujar Kepala SMPN 1 Jayapura, Purnama Sinaga, S.Pd., M.M.Pd, Kamis (24/4/2025).
Dijelaskannya, keuntungan menggunakan CBT dibandingkan metode penilaian tradisional, yaitu akurasi dan objektivitas penilaian yang tinggi karena jawaban dinilai otomatis oleh perangkat lunak, mengurangi kesalahan dan bias manusia.
Efisiensi administrasi yang lebih baik, mempercepat proses pengumpulan, koreksi, dan pelaporan hasil tes. Umpan balik instan kepada peserta, memungkinkan mereka segera mengetahui hasil dan area yang perlu diperbaiki.
Penghematan biaya dan sumber daya karena tidak memerlukan kertas, pensil, dan tenaga pengoreksi manual. Pengawasan yang lebih efektif dengan fitur keamanan digital untuk mencegah kecurangan.
Fleksibilitas dan aksesibilitas yang memungkinkan tes dilakukan kapan saja dan di mana saja dengan perangkat dan koneksi internet. Analisis data yang mendalam untuk mengidentifikasi kelemahan peserta dan mendukung pembelajaran yang lebih tertarget.
Lingkungan belajar yang lebih modern dan interaktif, memperkenalkan teknologi sejak dini dan meningkatkan motivasi siswa. CBT menawarkan penilaian yang lebih akurat, cepat, efisien, dan adaptif dibandingkan metode tradisional berbasis kertas.
Kesempatan tersebut, Purnama berharap siswanya membuat jadwal belajar terstruktur agar materi dapat dipahami secara mendalam. Pahami format dan pola soal ujian CBT, seperti pilihan ganda, isian singkat, atau esai, agar strategi menjawab lebih tepat.
Selain itu, latihan mengerjakan soal-soal CBT atau try out berbasis komputer untuk membiasakan diri dengan sistem dan jenis soal yang akan dihadapi. Gunakan sumber belajar yang beragam seperti buku, catatan, dan platform online untuk memperkaya pemahaman materi.
Lakukan simulasi ujian dengan aplikasi CBT agar terbiasa dengan tata cara dan suasana ujian berbasis komputer. Jaga kesehatan fisik dan mental dengan tidur cukup, makan bergizi, olahraga ringan, dan teknik relaksasi untuk mengurangi stres saat ujian.
Manajemen waktu saat ujian dengan tidak terpaku pada satu soal terlalu lama dan mengatur waktu pengerjaan secara efektif. Berdoa dan bangun kepercayaan diri untuk menghadapi ujian dengan tenang dan fokus.
Minta bantuan guru atau teman jika ada materi yang sulit dipahami agar persiapan lebih maksimal, dengan harapan siswa akan lebih siap secara teknis dan mental menghadapi ujian CBT.
Ketua panitia pelaksanaan asesmen SMPN 1 Jayapura, Anita R. Simanjuntak, S.Pd, mengatakan pelaksanaan ujian berjalan lancar baik pengawasan, peserta didik hadir tepat waktu. Begitupun dengan jaringan internet tidak ada kendala.
Dijelaskannya, soal ujian disiapkan dan diinput ke dalam aplikasi CBT secara digital, sehingga tidak perlu dicetak dan bisa dikelola lebih efisien. Peserta ujian mengerjakan soal langsung melalui komputer, laptop, atau perangkat Android yang terhubung ke jaringan internet atau wifi di ruang ujian.
Aplikasi menyediakan berbagai tipe soal seperti pilihan ganda, benar-salah, esai, dan lainnya yang tampil di layar peserta. Sistem secara otomatis mencatat jawaban peserta dan melakukan penskoran secara real-time, sehingga hasil ujian bisa langsung diketahui setelah selesai mengerjakan.
Pengawas dan guru (silang) dapat memantau pelaksanaan ujian secara online dan real-time, termasuk mencegah kecurangan dengan fitur keamanan seperti enkripsi data dan pengawasan sistem. Data hasil ujian tersimpan secara digital, memudahkan analisis hasil dan pelaporan yang lebih cepat dan akurat.
“Dengan demikian, aplikasi CBT membuat proses ujian sumatif menjadi lebih efisien, aman, cepat dalam penilaian, dan ramah lingkungan karena mengurangi penggunaan kertas,” ujarnya.






