Ketua PMI Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M menyerahkan sertifikat piagam penghargaan kepada pendonor rutin. (TIFAPOS/La Ramah)
TIFAPOS.id Palang Merah Indonesia (PMI) secara rutin memberikan penghargaan kepada pendonor darah yang telah mendonorkan darahnya berkali-kali sebagai bentuk apresiasi dan motivasi.
Penghargaan ini diberikan pada berbagai tingkat pencapaian, seperti 10, 25, 50, 75, dengan penghargaan tertinggi berupa Satyalancana Kebaktian Sosial yang diserahkan langsung oleh Presiden RI kepada pendonor yang mencapai 100 kali donor.
Misalnya, di Kota Jayapura yang bertepatan dengan Hari Donor Darah Se-dunia 2025, PMI memberikan sertifikat penghargaan kepada individu, yang telah mendonorkan darahnya sebanyak 10 kali dan 25 kali.
Selain penghargaan individu, PMI juga memberikan penghargaan kepada instansi yang secara rutin melakukan donor darah.
“Pemberian penghargaan ini, untuk mengapresiasi kontribusi pendonor dan memotivasi warga untuk mendonorkan darahnya,” Ketua PMI Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M di Hotel Horison Kotaraja, Kota Jayapura, Sabtu (14/6/2025).
Dia juga mengatakan, penghargaan tersebut menjadi motivasi agar pendonor terus rutin mendonorkan darahnya, dan menginspirasi orang lain untuk ikut berdonor.
Selain itu, penghargaan memiliki peran yang sangat besar dalam meningkatkan jumlah pendonor darah rutin, sehingga menjadikan donor darah sebagai gaya hidup yang bermanfaat bagi sesama.
Meningkatkan rasa bangga dan dihargai, yang memperkuat komitmen pendonor untuk terus berkontribusi, sehingga secara signifikan membantu memenuhi kebutuhan stok darah di rumah sakit dan menyelamatkan nyawa.
Pemberian penghargaan ini juga dinilai tidak hanya sebagai bentuk terima kasih, tetapi juga sebagai motivasi bagi pendonor lain untuk konsisten mendonorkan darahnya dalam jangka panjang, yang bisa mencapai 20-30 tahun untuk mencapai 100 kali donor.
“Penghargaan menjadi alat efektif untuk menjaga keberlanjutan donor darah rutin, membantu memenuhi kebutuhan stok darah, dan membangun budaya donor darah di masyarakat,” ujar Rustan.
Kesempatan tersebut, dikatakan Rustan, rutin mendonorkan darah memiliki manfaat kesehatan pribadi, seperti menurunkan risiko penyakit jantung.
Kemudian, stroke dengan mengurangi kadar zat besi berlebih dalam darah, memperlancar aliran darah, serta merangsang produksi sel darah merah baru yang lebih sehat.
Selain itu, rasa kemanusiaan dan kepuasan batin, karena donor darah membantu menyelamatkan nyawa orang lain dan meningkatkan rasa empati serta solidaritas sosial.
Deteksi dini penyakit, karena setiap donor darah disertai pemeriksaan kesehatan yang dapat mengidentifikasi kondisi medis sejak awal.
“Secara psikologis, perasaan bahagia dan hidup lebih bermakna juga menjadi pendorong penting bagi pendonor darah rutin,” ujar Rustan.
Rustan berharap, kegiatan penghargaan yang dilakukan PMI berpengaruh positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang donor darah.
Penghargaan ini menjadi bagian dari event donor darah yang dikenal masyarakat dan mampu menimbulkan minat serta keputusan untuk ikut berdonor secara rutin.
Selain itu, pemberian penghargaan dan insentif kepada pendonor aktif juga memberikan motivasi tambahan yang memperkuat solidaritas sosial.
Hal ini meningkatkan pemahaman dan kepercayaan masyarakat terhadap manfaat donor darah, sekaligus menghilangkan ketakutan atau mitos yang salah terkait donor darah.
“Penghargaan tidak hanya mengapresiasi pendonor, tetapi juga efektif dalam membangun kesadaran dan meningkatkan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan dalam kegiatan donor darah,” ujar Rustan.
Rustan menambahkan, kebutuhan kantong darah di Kota Jayapura rata-rata mencapai 50 kantong per hari, sementara produksi dan stok darah yang tersedia seringkali hanya sekitar 30-40 kantong per hari, sehingga terjadi kekurangan.
Secara bulanan, kebutuhan darah di wilayah Papua, termasuk Kota Jayapura, mencapai sekitar 500 kantong darah.
Pada tahun 2024, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jayapura menyalurkan lebih dari 2.000 kantong darah, yang permintaannya tinggi dari rumah sakit di Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, dan Provinsi Papua.
Golongan darah yang paling banyak dibutuhkan adalah A dan O, sedangkan golongan B dan AB permintaannya tidak signifikan.
PMI Kota Jayapura terus berupaya meningkatkan ketersediaan darah dengan mengadakan aksi donor darah di sekolah-sekolah dan melibatkan berbagai komunitas serta lembaga swasta dan negeri untuk memenuhi kebutuhan yang belum tercukupi.
“Kebutuhan darah di Kota Jayapura cukup tinggi, dengan stok yang sering menipis sehingga PMI terus menggalakkan donor darah untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit di kota ini,” ujar Rustan.
Adapun penerima piagam penghargaan donor darah (individu) sebanyak 10 kali, yaitu Joko Hermawan, Andri Purwandaru, Agus Tianto, Luh Putu Novita Budiarti, Ir. Salahuddin, S.T, Feronima D. Sawaki.
Penerima penghargaan 25 kali, yaitu Arif Mustakim, Andri Iskandar, Muhammad Almis Daud, Hendrik Pagiling, Refly Cristian Pandean.
Penerima penghargaan donor darah instansi, LKC Dompet Dhuafa, Kodim 1701 Jayapura, PT. Enseval, Kodam XVII/Cenderawasih, Perisba Bank Papua.






