Kepala Bidang Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Jayapura Ana Sabami menyampaikan sambutan. (TIFAPOS/Ramah)
TIFAPOS.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Jayapura, Papua menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Simpul Jaringan Informasi Kearsipan Dinamis Terintegritas (SRIKANDI).
Aplikasi yang ditujukan untuk memudahkan pelayanan kearsipan dan tata kelola pelayanan pemerintahan berbasis elektronik di lingkungan Pemkot Jayapura berlangsung sehari di Grand Abe Hotel Jayapura, Kota Jayapura, Rabu (10/7/2024).
Kepala Bidang Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Jayapura Ana Sabami mengatakan aplikasi SRIKANDI versi 2 Tahun 2024, merupakan aplikasi yang diluncurkan Pemerintah sebagai aplikasi umum bidang kearsipan.
“Mewujudkan Kota Jayapura sebagai kota cerdas salah satunya penataan teknologi informasi melalui sistem aplikasi SRIKANDI, yaitu mempmudah pelayanan, mempercepat pengambilan keputusan, dan pengamanan arsip serta surat menyurat,” ujar Ana.
Aplikasi SRIKANDI merupakan kolaborasi antara Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Aplikasi SRIKANDI mensinergikan dan mewujudkan transformasi birokrasi dalam tata kelola pelayanan pemerintahan yang baik, efektif, dan efisien, serta pelayanan publik prima,” ujar Ana.
Ana berharap melalui Bimtek Aplikasi SRIKANDI yang diikuti 30 organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Jayapura dapat diimplementasikan di OPD masing-masing guna menuju kota cerdas.
“Ada 30 OPD dengan jumlah peserta 62 ornag terdiri dari Kasubag Umum, Kasubag Kepegawaaian, dan staf administrasi OPD. Kami menghadirkan nara sumber dari Arsip Pusat di Jakarta,” ujar Ana.
Aisten III Setda Kota Jayapura Nur Bi Adji mewakili Penjabat Wali Kota Jayapura Christian Sohilait berharap aplikasi SRIKANDI dijaga dan dirawat karena aplikasi bersama.
“Saya berharap kegiatan ini diikuti dengan baik sehingga bermanfaat, bukan hanya sekedar menyelesaikan program. Saya yakin saudara utusan kepala dinas karena dianggap mampu menerapkan di instansi masing-masing,” ujar Nur Bi Adji.






