Launching dan sosialisasi aplikasi peta digital investasi “Lincah” oleh DPMPTSP Kota Jayapura tahun 2025, dihadiri para pemangku kepentingan untuk mendorong kemudahan berinvestasi dan pertumbuhan ekonomi daerah. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Inovasi digital sebagai alat pendukung investasi kepada OPD teknis Pemkot Jayapura dan pemangku kepentingan terkait.
• Menyediakan data komprehensif tentang Kota Jayapura, termasuk ketersediaan infrastruktur dasar (listrik, jalan, air bersih) penting bagi investor.
• Memberikan informasi real-time dan dukungan tepat sasaran, diharapkan mendorong masuknya investasi baru ke Kota Jayapura.
DINAS Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Jayapura, meluncurkan dan menyosialisasikan aplikasi peta digital investasi bernama “Lincah” pada kegiatan yang berlangsung di SIP Azana Hotel Jayapura, Kamis, 11 Desember 2025.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) teknis di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura serta pemangku kepentingan lainnya, yang bertujuan untuk memperkenalkan inovasi digital sebagai alat pendukung investasi.
Kepala DPMPTSP Kota Jayapura, Fillep C. Hamadi, S.E., M.Sos, mengatakan aplikasi “Lincah” dirancang khusus untuk menunjang kegiatan investasi dengan menyediakan data komprehensif tentang gambaran umum Kota Jayapura.
“Aplikasi ini mencakup informasi penting seperti ketersediaan infrastruktur dasar, termasuk listrik, jalan, dan air bersih, yang sangat dibutuhkan oleh para investor,” ujar Hamadi.
Selain itu, aplikasi ini juga menyoroti berbagai sektor potensial investasi, seperti pendidikan, kesehatan, pariwisata, perdagangan, dan perikanan.
Salah satu fitur unggulan dari “Lincah” adalah kemudahan komunikasi. Aplikasi ini dilengkapi dengan nomor kontak khusus yang memungkinkan investor untuk berkonsultasi langsung dengan pihak terkait.
“Ini akan mempermudah proses interaksi antara investor dan pemerintah, sehingga hambatan birokrasi dapat diminimalisir,” ujar Hamadi.
Kegiatan launching ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan rencana pengembangan aplikasi di masa depan, yaitu tahun 2026, tim teknis khusus akan dibentuk dengan melibatkan semua OPD di Kota Jayapura.
Tim ini akan bertugas memelihara dan mengupdate data dalam aplikasi berdasarkan potensi lokal yang dapat dijual sebagai daya tarik investasi.
Diantaranya,fokus pada potensi unggulan, seperti Pantai Paalong di Kampung Holtekamp yang memiliki prospek besar untuk pengembangan pariwisata.
Pantai Paalong, yang terletak di Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami, dikenal dengan keindahan alamnya yang masih alami, termasuk pasir putih dan air laut yang jernih.
Potensi ini dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata bahari, menarik investor untuk membangun resort, restoran, atau fasilitas rekreasi.
Selain itu, lokasi bekas Pasar Ampera di jantung kota akan dikembangkan sebagai area parkiran modern untuk mendukung sektor perdagangan dan pariwisata.
Bekas Pasar Ampera, yang saat ini kurang dimanfaatkan, memiliki lahan luas yang cocok untuk proyek parkiran terintegrasi, yang tidak hanya melayani kebutuhan parkir tetapi juga dapat dikombinasikan dengan pusat perbelanjaan atau area komersial.
“Aplikasi ini diharapkan investor dapat mendapatkan informasi real-time dan bantuan yang tepat sasaran, mendorong lebih banyak investasi masuk ke Kota Jayapura,” ujar Hamadi.
Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M, berharap agar aplikasi “Lincah” dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi termaksud berkontribusi signifikan terhadap target investasi daerah.
“Kami berharap aplikasi ini tidak hanya memudahkan akses informasi bagi investor, tetapi juga mendorong peningkatan investasi yang berkelanjutan, karena menyediakan data yang akurat dan komunikasi yang lancar,” ujar Rustan.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar-OPD untuk memastikan aplikasi ini terus berkembang dan relevan dengan kebutuhan pasar, sehingga Kota Jayapura dapat bersaing dengan daerah lain dalam menarik modal asing dan domestik.
Selain itu, dalam konteks nasional, langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat untuk mendorong investasi melalui digitalisasi layanan publik.
“Aplikasi “Lincah” diharapkan dapat menjadi model bagi kabupaten di tanah Papua dalam menyederhanakan proses investasi dan meningkatkan daya saing daerah,” ujar Rustan.
“Populasi yang terus bertambah dan potensi sumber daya alam yang melimpah, Kota Jayapura siap menjadi magnet investasi di Papua,” sambungnya.
(ldr)







