Beranda / Ragam Berita / Anugerah kebudayaan mengorbitkan prestasi di bidang kebudayaan

Anugerah kebudayaan mengorbitkan prestasi di bidang kebudayaan

Pemerintah Kota Jayapura bersama penerima Anugerah Kebudayaan saat berfoto bersama. (TIFAPOS/Ramah)

TIFAPOS.id – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan menggelar kegiatan Anugerah Kebudayaan 2024, Rabu (14/8/2024).

Jenis Anugerah Kebudayaan 2024 yang menjadi penilaian, yakni pelestari, pelopor dan pembaru, maestro seni tradisi, anak/remaja, media, lembaga dan perorangan asing dan/atau masyarakat adat.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Grace Linda Yoku, mengatakan kegiatan itu untuk mendukung pihak yang berprestasi dalam pemajuan kebudayaan.

Selain itu, mendorong semua pihak agar berkontribusi luar biasa dalam pemajuan kebudayaan di Port Numbay (Kota Jayapura) agar tetap dilestarikan.

“Kegiatan Anugerah Kebudayaan ini, kedua kalinya kami laksanakan. Menemukan orang-orang berpretasi di bidang kebudayaan,” ujar Linda Yoku di Grand Ane Hotel Jayapura, Kota Jayapura.

Kebudayaan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan cipta, rasa, karsa, dan hasil karya masyarakat. Adapun objek pemajuaan kebudayaan adalah unsur kebudayaan yang menjadi sasaran utama.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Abdul Majid saat memberikan sambutan dalam kegiatan Anugerah Kebudayaan 2024. (TIFAPOS/Ramah)

Pemajuan kebudayaan adalah upaya meningkatkan ketahanan budaya dan kontribusi budaya di tengah peradaban dunia melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan disahkan pemerintah sebagai acuan legal-formal pertama untuk mengelola kekayaan budaya di Indonesia.

“Kriteria penilaian seperti maestro seni tradisi berusia usia 65 tahun dan 30 tahun menekuni di bidangnya termaksud mengajarkan. Anugerah Kebudayaan mendukung pemajuan kebudayaan,” ujarnya.

“Saya berharap masyarakat Port Numbay termotivasi, sehingga muncul budayawan di Kota Jayapura. Mereka terus bekerja dan berpretasi untuk terus mengangkat budaya Port Numbay seperti bahasa agar tidak punah,” sambungnya.

Ketua panitia kegiatan Abdul Majid, mengatakan Anugerah Kebudayaan sekaligus dalam rangka HUT RI pada 17 Agustus 2024 ke-79.

“Anugerah Kebudayaan adalah penghargaan dari Wali Kota Jayapura baik individu atau kelompok yang berkontribusi luar biasa dalam upaya pemajuan kebudayaan Port Numbay,” ujarnya.

Para peserta yang terpilih sesuai kriteria yang telah ditentukan di setiap kategori mendapatkan hadiah atau apresiasi dari Pemerintah Kota Jayapura berupa sertifikat, plakat, dan uang pembinaan.

“Sedangkan pin emas lambang Anugerah Kebudayaan diberikan kepada penerima kategori maestro seni tradisi,” ujar Majid yang juga menjabat Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Grace Linda Yoku. (TIFAPOS/Ramah)

Sementara, tim penilai bersifat independen, yang terdiri atas perwakilan pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah yang menyelenggarakan tugas dan fungsi di bidang kebudayaan, praktisi kebudayaan, akademisi dan pakar bidang kebudayaan.

Asisten I Setda Kota Jayapura, Evert Nicholas Merauje mewakili Penjabat Wali Kota Jayapura, Christian Sohilait mengatakan kebudayaan adalah identitas jati diri dari sebuah atau suatu komunitas kelompok masyarakat di seluruh dunia.

“Tidak ada manusia yang tidak memiliki kebudayaan, setiap suku-suku bangsa-bangsa di dunia ini memiliki kebudayaannya masing-masing” ujarnya.

Merauje berharap melalui Anugerah Kebudayaan Kota Jayapura 2024 menjadi semangat dan motivasi untuk terus mengangkat budaya Port Numbay.

“Terus berjuang dengan kemampuan yang kita miliki dan kapasitas yang dimiliki dalam melestarikan budaya baik bahasa, seni, tarian, lagu daerah,” ujarnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *