Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kota Jayapura Frederik Awarawi, S.H., M.Hum didampingi Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd saat memantau pelaksanaan ANBK di SMP Negeri 5 Jayapura. (TIFAPOS/La Ramah)
ASESMEN Nasional Berbasis Komputer (ANBK) membentuk karakter dan akademik siswa menjadi lebih baik.
Hal itu disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kota Jayapura Frederik Awarawi, S.H., M.Hum mewakili Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.H usai meninjau pelaksanaan ANBK di SMP Negeri 5 Jayapura, Rabu, 27 Agustus 2025.
Dia juga mengatakan, ANBK mengukur sekaligus mengembangkan tiga aspek utama, yaitu kompetensi akademik dasar (literasi dan numerasi), karakter, serta lingkungan belajar yang mendukung proses pendidikan.
Selain itu, ANBK tidak hanya berfokus pada penilaian akademik semata tetapi juga menilai aspek non-akademik berupa survei karakter yang mengukur profil karakteristik siswa, seperti integritas, tanggung jawab, gotong royong, kemandirian, dan nilai-nilai kebangsaan.
Sehingga ANBK memberikan umpan balik bagi siswa untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan mereka serta bagi sekolah untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan membentuk karakter siswa secara holistik.
“Jaringan internet termasuk perangkat tersedia sehingga memudahkan siswa untuk mengerjakan soal-soal yang diberikan. Saya berharap siswa tetap semangat, menjaga kesehatan sehingga bisa mengikuti ANBK ini dengan aman dan nyaman,” ujar Awarawi.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd mengatakan, komponen utama ANBK adalah Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang mengukur kemampuan literasi membaca dan numerasi sebagai bagian dari kemampuan akademik dasar.
Selain itu, Survei Karakter yang mengukur sikap, kebiasaan, dan nilai-nilai moral siswa sebagai hasil belajar nonkognitif.
Serta, Survei Lingkungan Belajar yang menilai kualitas proses pembelajaran dan iklim sekolah yang mendukung pembelajaran .
“Manfaat terhadap karakter dan akademik siswa adalah membantu siswa mengenali kekuatan dan kelemahan akademik sekaligus karakter mereka untuk pengembangan diri,” ujar Rocky.
Dia juga mengatakan, memberikan data akurat bagi sekolah untuk mengembangkan program perbaikan yang menyeimbangkan aspek akademik dan karakter.
Serta, transformasi pembelajaran dari fokus hafalan menjadi pembelajaran dengan penguatan literasi, numerasi, dan pengembangan nilai karakter seperti gotong royong dan kemandirian.
Sehingga ANBK menjadi alat ukur yang tidak hanya menguji hasil belajar, tetapi juga mencerminkan kualitas pendidikan secara menyeluruh.
Data ANBK digunakan untuk penyusunan kebijakan dan strategi peningkatan mutu pendidikan yang efektif, sehingga menciptakan siswa yang tidak hanya pintar tetapi berkarakter baik dan siap menghadapi tantangan kehidupan.
“ANBK membentuk karakter dan akademik siswa menjadi lebih baik melalui asesmen komprehensif guna meningkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” ujar Rocky.
Kepala SMP Negeri 5 Jayapura, Yosephin Septiana Wally, S.Pd., M.Pd mengatakan, pelaksanaan ANBK berlangsung dua hari dari tanggal 27 s.d 28 Agustus 2025, menggunakan sistem daring di laboratorium sekolah.
ANBK berlangsung dua sesi diikuti oleh 45 siswa utama dan 5 siswa cadangan, yang diawasi oleh guru serta teknisi yang memastikan kelancaran dan integritas ujian.
Peserta ANBK adalah siswa kelas 8 yang dipilih secara acak berdasarkan data dari Dapodik dengan metode random sampling oleh sistem dari Kemendikbud.
“Pelaksanaan ANBK berjalan lancar dengan persiapan matang dan dukungan sarana prasarana memadai. Kami telah mengadakan gladi bersih sebagai persiapan demi memastikan kelancaran dan kualitas pelaksanaan ANBK,” ujar Wally.
Wally menambahkan, ANBK menjadi alat strategis untuk refleksi dan perbaikan mutu pendidikan, termasuk pembentukan karakter siswa yang berintegritas, disiplin, bertanggung jawab, dan berbudaya positif.
Penguatan karakter melalui ANBK juga didukung oleh kegiatan survei lingkungan belajar yang melibatkan guru dan siswa, memperkuat ekosistem pembelajaran yang kondusif untuk perkembangan karakter.
“Hal ini menjadikan ANBK bukan sekadar evaluasi akademik, tetapi juga instrumen integral untuk pembentukan karakter dan persiapan siswa menghadapi tantangan masa depan dengan etika dan moral yang baik,” ujar Wally.
(ldr)






