Kepala Bidang SMA dan SMK Disdikbud Kota Jayapura, Nur Jaya, S.Pd., M.Kp. (TIFAPOS/La Ramah)
DINAS Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura melalui Bidang SMA dan SMK menggelar lomba apresiasi untuk kepala sekolah dan guru.
Ajang apresiasi dalam rangka Hari Guru Nasional 2025 ini, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, inovasi, dan prestasi dalam dunia pendidikan.
Dalam ajang tersebut para peserta harus mengirimkan karya tulis atau video yang memuat inovasi mereka, lalu mengikuti proses seleksi dan presentasi hingga penganugerahan.
Penghargaan tidak hanya memberikan pengakuan, tapi juga memotivasi peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Kepala Bidang SMA dan SMK Disdikbud Kota Jayapura, Nur Jaya, S.Pd., M.Kp mengatakan, pendaftaran ajang apresiasi tersebut dibuka dari tanggal 1 s.d 31 Oktober 2025.
“Tema tentang pembelajaran mendalam dan pengajaran mendalam,” ujar Nur Jaya di Kantor Wali Kota Jayapura, Senin, 8 September 2025.
Masing-masing sekolah dibolehkan mengikutsertakan dua orang guru untuk mengikuti ajang prestasi sekaligus mengukur sejauh mana kemampuan atau implementasi pembelajaran mendalam dan pengajaran mendalam.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura maupun BPMP Papua sudah membekali mereka dengan pengetahuan melalui pelatihan-pelatihan yang sudah diikuti.
Diharapkan melalui ajang apresiasi tersebut, berdampak terhadap karier guru dan kepala sekolah agar dapat meningkatkan motivasi kerja secara signifikan.
Selain itu, peningkatan tanggung jawab, semangat kerja, dedikasi, serta kinerja yang lebih baik dalam mengajar dan membimbing siswa.
Sehingga hal ini berdampak pada peningkatan profesionalisme termasuk dalam kompetensi pedagogik, personal, profesional, dan sosial mereka.
Penghargaan juga berfungsi sebagai pengakuan atas prestasi yang meningkatkan kepuasan kerja dan komitmen guru dan kepala sekolah.
Sehingga memengaruhi pengembangan karier positif, termasuk kemungkinan kenaikan jabatan dan pengembangan kapasitas profesional.
Dengan motivasi yang meningkat, mereka dapat berkontribusi aktif dalam kegiatan sekolah, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh.
“Penghargaan ini tidak hanya memberikan dorongan psikologis positif, tapi juga memperkuat semangat dan produktivitas guru dan kepala sekolah,” ujar Nur Jaya.
(lrh)






