Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia atau IAGI Pengurus Daerah Papua, Robert L.N Awi. (TIFAPOS/Ramah)
TIFAPOS.id – Gempa bumi adalah getaran yang terjadi dipermukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik akibat pergerakan lempeng atau kerak bumi.
Ungkapan itu disampaikan Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia atau IAGI Pengurus Daerah Papua, Robert L.N Awi di kantor Wali Kota Jayapura, Selasa (5/11/2024).
Dikatakannya, edukasi mitigasi bencana penting karena dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bencana alam, risiko yang terkait, dan langkah-langkah mitigasi yang sesuai.
“Dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat, masyarakat dapat mengurangi risiko, mengelola dampak, dan pulih lebih cepat setelah bencana,” ujarnya.
Untuk itu, dikatakannya, memperkuat edukasi kebencanaan sejak dini minimal memberikan perlindungan kepada diri sendiri jika terjadi bencana alam sehingga meminimalisir korban jiwa.
Dikatakannya, kulit atau kerak bumi terus bergerak secara dinamis. Gerakan itu menghasilkan konfigurasi tektonik yang bisa menimbulkan baik sumber daya positif, seperti sumber daya mineral, sumber daya panas bumi, dan sumber daya migas.
“Juga menghasilkan ancaman atau potensi bahaya seperti gempa bumi, tanah longsor, letusan gunung api,” ujarnya.
Dikatakannya, mitigasi adalah upaya yang memiliki sejumlah tujuan, yakni untuk mengenali risiko, penyadaran akan risiko bencana, perencanaan penanggulangan, dan sebagainya.
“Bisa dikatakan, mitigasi bencana adalah segala upaya mulai dari pencegahan sebelum suatu bencana terjadi sampai dengan penanganan usai suatu bencana terjadi,” ujarnya.
“Mitigasi bencana seperti membuat peta wilayah rawan bencana, pembuatan bangunan tahan gempa, penanaman pohon bakau, penghijauan hutan, dan penyuluhan peningkatan kesadaran masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana,” jelasnya.






