Panitia kongres pemilihan ketua AFK Kora Jayapura foto bersama. (TIFAPOS/Ramah)
TIFAPOS.id – Asosiasi Futsal Kota (Kota Jayapura), Papua, periode 2022-2024 menggelar kongres luar biasa pemilihan ketua periode 2024-2026.
Ketua AFK Kota Jayapura Matias Benoni Mano mengatakan Asprov PSSI Papua memperpanjang kepengrusan yang lama untuk menggelar pemilihan dan pelantikan pengurus yang baru.
“Pasca berakhirnya SK pengrus yang lama pada 29 Januari 2024, kami dipercayakan untuk menggelar kongres luar biasa ini,” ujar Matias di Hotel Horison Kotaraja, Kota Jayapura, Minggu (1/9/2024).
Dikatakannya, panitia telah membuka pendaftaran mulai 28 s.d 30 Agustus 2024 bertempat di Hotel Horison Kotaraja, dan sudah menyurati klub-klub futsal di Kota Jayapura untuk menjadi pemilih atau voters.
“Pelantikan tanggal 7 September 2024. Kongres ini sekaligus melaporkan
pertanggujawaban pengrus yang lama. Semoga mendapatkan pengurus yang baru agar melanjutkan program kerja pengurus yang lama,” ujarnya.
“Saya berharap ketua AFK terpilih mempunyai kemampuan manajerial, pengabdian, dan waktu yang cukup untuk mengelola organisasi futsal ini,” ujarnya.
Ketua panitia kongres Djoni Naa mengatakan ada dua bakal calon ketua AFK Kota Jayapura, yakni Bobby Awi dari Bisip FC dan Fajar Wanggai dari Korano FC.
“Ada 10 (klub) voters atau pemilih. Pemilihan secara langsung dari masing-masing klub yang memiliki hak suara,” ujarnya.
Djoni Naa berharap ketua AFK Kota Jayapura terpilih mempunyai visi dan misi yang luas dalam membina olahraga futsal baik secara administrasi organisasi maupun prestasi atlit dan tim futsal.
Adapun bakal calon ketua AFK Kota Jayapura, yaitu berdomisili di Kota Jayapura (lampirkan e-KTP), pengurus klub (lampirkan profil dan AD/ART klub), berkecipung di futsal Kota Jayapura minimal 2 tahun, usia minimal 35 tahun, pendidikan minimal S1 (lampirkan FC Ijazah), memiliki pengalaman organisasi lainnya.
Semenyara, untuk syarat menjadi calon voter atau pemilih, yaitu mendaftarkan klub ke sekretariat dengan membawa profil klub (1 klub 1 suara), minimal mengikuti tiga kali turnamen di Kota Jayapura 2 tahun terakhir (dibuktikan dengan dokumentasi pertandingan).






