Sejumlah Mahasiswa/i seusai setelah menggelar aksi jumpa pers di Asrama Yahukimo Perumnas III Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua. (TIFAPOS/Christall Yanengga)
TIFAPOS.id – Komunitas Mahasiswa Pelajar Yahukimo atau (KPMY) di Jayapura, Kota Jayapura, Papua, mengancam akan memboikot pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) 2024 di Kabupaten Yahukimo, Papua Pengunungan.
Hal itu dinyatakan KPMY jika (pelaku) penembak Tobias Silak dan Naro Dapla tidak diadili. Kedua korban merupakan warga sipil asal Yahukimo, yang ditembak pada 20 Agustus 2024.
Penanggung jawab aksi Edius Bayage dengan tegas mengatakan pemboikotan (tindakan atau strategi yang dilakukan untuk menolak hal yang dianggap tidak sesuai) pilkada 2024, sekaligus desakan agar pelaku diproses hukum demi keadilan bagi keluarga korban.
“Jika pelaku penembakan tidak diadili, maka kami mahasiswa dan masyarakat menyatakan sikap pemboikotan, dengan tidak mencoblos calon kepala daerah di Kabupaten Yahukimo,” ujar Edius dalam aksi jumpa pers di Asrama Yahukimo, Perumnas III Waena, Heram, Kota Jayapura, Papua, Jumat (27/9/2024).
Edius mengatakan sejak 2021 hingga 2024 sejumlah kasus penembakan terhadap warga sipil di Yahukimo. Dari berbagai kekerasan diduga oleh TNI-Polri yang mengakibatkan pembunuhan dan pengungsian masyarakat sipil.
Atas kasus penembakan itu, dikatakan Edius, IPMY menyatakan beberapa tuntutan, yakni segera menangkap, mencopot, dan mengadili pelaku penembak Tobias Silak dan Naro Dapla.
Selain itu, segera mencopot Kapolres Yahukimo yang dianggap gagal mengamankan masyarakat di wilayah hukumnya.
“Kami desak Bupati Kabupaten Yahukimo Didimus Yahuli, dan tarik kembali kerja sama yang sudah dilakukan bersama Polda Papua,” ujarnya.
Salah satu orator aksi yang tidak disebutkan namanya mengatakan percuma jika mendapatkan gelar Sarjana, jika orang tua mereka di Yahukimo harua mengungsi.
“Mahasiswa ada di sini karena ada orang tua di Yahukimo dan beberapa kampung lain. Apa gunanya kuliah dan mendapatkan, namun saat ke kampung orang tua mengungsi kemana-mana,” ujarnya.






