Kepala SMPN 2 Jayapura, Dorthea Carolien Enok, S.Pd memantau muridnya saat mengikuti Tes Kemampuan Akademik 2026. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Persiapan Tes Kemampuan Akademik resmi 6 s.d 16 April 2026.
• Acuan bagi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
• Sertifikat TKA jadi nilai tambah untuk pendaftaran sekolah lanjutan melalui jalur prestasi.
SEKOLAH Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Jayapura, Kota Jayapura, menggelar gladi resik Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis komputer bagi 363 siswa kelas IX dari tanggal 9 s.d 17 Maret 2026.
Kegiatan ini menjadi persiapan matang menjelang TKA resmi pada 6 s.d 16 April 2026, dengan fokus melatih kemampuan numerasi, literasi, dan asesmen karakter melalui simulasi ujian digital.
Gladi dilaksanakan dalam dua gelombang harian, masing-masing tiga sesi, menggunakan dua laboratorium komputer berisi 64 unit PC serta didukung jaringan internet stabil dan pasokan listrik andal guna memastikan proses berjalan lancar.
“Sarana prasarana kami sudah siap tempur. Internet kencang dan listrik stabil, jadi siswa bisa fokus belajar tanpa khawatir gangguan,” ujar Kepala SMPN 2 Jayapura, Dorthea Carolien Enok, S.Pd di SMPN 2 Jayapura, Senin, 9 Maret 2026.
Materi gladi mencakup survei lingkungan belajar, asesmen karakter, dan literasi numerasi, sesuai rapor pendidikan sekolah.
Hasilnya akan menjadi acuan penting untuk rapor akhir, yang memengaruhi penempatan siswa di SMA/SMK melalui jalur prestasi PPDB Jayapura yang kompetitif.
Sertifikat TKA sendiri jadi nilai tambah krusial, memudahkan pendaftaran ke sekolah menengah negeri/swasta.
“Kami ingin semua siswa lolos dengan nilai terbaik. Gladi ini seperti latihan final sebelum pertandingan besar,” ujar kepala sekolah.
Kepala sekolah juga mengajak orang tua untuk berkolaborasi, dengan mengimbau peserta TKA untuk menjaga kesehatan, hindari begadang, kurangi penggunaan motor berlebih di lalu lintas padat, dan memastikan istirahat cukup.
Gladi TKA sejalan kebijakan Kementerian Pendidikan yang wajibkan simulasi ujian nasional guna kurangi kecemasan siswa, dan membantu identifikasi kelemahan siswa sejak dini.
Selama sembilan hari, siswa adaptasi penuh dengan format TKA digital. Tak hanya akademik, gladi bangun karakter disiplin dan tanggung jawab.
“Kami harap 100% siswa capai predikat unggul. Ini bukti kerja keras bersama. Gladi bagian dari komitmen SMPN 2 Jayapura tingkatkan kualitas pendidikan di Kota Jayapura,” ujar kepala sekolah.
Siswa kelas IX, Rina (15), mengaku awalnya deg-degan mengikuti TKA karena baru pertama kali dilaksanakan, tapi setelah latihan di laboratorium menjadi lebih percaya diri.
“Materi numerasinya menantang tapi seru. Soalnya tidak terlalu susah, dan ruang kelasnya adem jadi bisa konsen. Aku suka bagian matematika, rasanya kayak main puzzle,” ujar Rina.
(ldr)







