Beranda / Ragam Berita / 146 anggota baru PMKRI Cabang Jayapura ikut MPAB

146 anggota baru PMKRI Cabang Jayapura ikut MPAB

Perhimpunan Mahasiswa Katolik (PMKRI) Cabang Jayapura Santo Efrem Tahun 2024 foto bersama. (TIFAPOS/Istimewa)

TIFAPOS.id – Sebanyak 146 peserta mengikuti Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) Masa Bimbingan (Mabim) Perhimpunan Mahasiswa Katolik (PMKRI) Cabang Jayapura Santo Efrem Tahun 2024.

Kegiatan MPAB-MABIM berlangsung di Balai Puspenka Hawai, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (25/9/2024).

Dalam kegiatan tersebut dihadiri Ketua KPU Provinsi Papua Steve Dumbon, Komda PMKRI Martinus Mabel, dan seluruh anggota dan peserta MPAB-MABIM.

Kegiatan ini mengusung tema ‘Melahirkan kader PMKRI yang memiliki jiwa kekatolikan, persaudaraan, sejati dan belah rasa’.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Jayapura Yasman Yaleget mengatakan pendidikan salah satu program yang sesuai dengan agenda konstitusi PMKRI yang berlaku.

“Kegiatan ini akan dilaksanakan selama tiga hari dan di dalam kegiatan ini juga
para peserta akan dibekali dengan 11 materi. Peserta yang hadir ini dari berbagai daerah yang ada di tanah papua kemudian jumlah sekitar 146 peserta,” ujarnya.

“Setelah kegiatan MPAB akan lanjut dengan Masa Bimbingan (Mabim). Mabim itu biasanya kami lakukan selama dua Minggu,” sambungnya.

Komisariat KOMDA PMKRI Papua Martinus Mabel mengatakan masa pembinaan PMKRI Cabang Jayapura adalah agenda yang wajib dilakukan oleh setiap kepengurusan.

“Ada tahapan-tahapan yang kemudian akan dilaksanakan oleh DPC, yaitu masa penerimaan anggota baru dan masa bimbingan. Dilanjutkan dengan LKK sehingga cara pembinaannya itu terstruktur,” ujarnya.

“Kita kawal bersama sehingga dalam proses seperti ini (masa penerimaan anggota baru dan masa bimbingan) hanya ada di PMKRI dan organisasi Cipayung Lainnya. Saya berharap kader-kader yang baru ini, bisa mengikuti proses dengan baik,” sambungnya.

Ketua KPU Provinsi Papua yang juga alumni PMKRI Cabang Jayapura Steve Dumbon mengatakan MPAB-MABIM ini, berbicara tentang transisional sejak tahun 1963 PMKRI berdiri.

“Ini tradisi pembinaan untuk anggota baru. Jadi, saya selalu sebut PMKRI dan organisasi lainnya itu sebagai organisasi semayan untuk kader-kader Katolik,” ujarnya.

Steve yang hadir sekaligus memotivasi mengatakan PMKRI adalah tempat belajar dan membina diri menjadi kader bangsa dan negara.

“Kalau mau belajar cara kepemimpinan dan cara berbicara itu tempatnya disini (PMKRI), tapi kalau mau belajar teori dan ilmu tempatnya di kampus,” ujarnya.

Sebagai orang Katolik, dikatakan Steve, dan warga negara Indonesia agar menyatukan tekad guna membina dan membimbing yang baru bergabung di PMKRI.

“Jadi, kami berharap melalui MPAB-MABIM ini, calon-calon pemimpin masa depan bangsa ini ada di mereka. Jadi, kita persiapkan mereka untuk 10-20 tahun ke depan,” ujarnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *